Kenapa Bisnis Asuransi Lini Pengangkutan Belum Bergairah?

30 Mar 2017, 10:23

Premi industri asuransi umum dari lini bisnis asuransi pengangkutan masih tersendat meskipun harga komoditas menunjukkan tren peningkatan. Chief Underwriting Officer salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia Rismauli Silaban mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum merasakan dampak positif dari kenaikan harga komoditas.

Belum ada pertumbuhan signifikan produksi premi lini bisnis asuransi pengangkutan, baik melalui jalur laut, udara, maupun darat. Dia menuturkan, pendapatan premi dari lini bisnis asuransi pengangkutan pada tahun lalu cenderung stagnan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kontribusi premi dari lini bisnis tersebut masih rendah yaitu sekitar 1 persen.

Menurutnya, produksi dari lini tersebut sepanjang tahun ini diprediksi masih akan sulit untuk tumbuh tinggi. Pasalnya, beberapa pelaku usaha masih cenderung memantau potensi penurunan kembali harga komoditas.

“Jika kenaikan harga komoditas bisa tetap stabil, dan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih baik dari tahun lalu, kami perkirakan produksi asuransi pengangkutan bisa naik. Meskipun kenaikannya belum terlalu tinggi,” ujarnya.

Budi Herawan, Direktur salah satu perusahaan asuransi lainnya yang ada di Indonesia menyatakan untuk memacu pertumbuhan premi dan mengantisipasi penurunan produksi pada lini bisnis asuransi pengangkutan, pada tahun lalu perseroan mulai menurunkan porsi bisnis dari lini bisnis tersebut. Budi menjelaskan, pada 2015 kontribusi premi dari asuransi pengangkutan masih mencapai kisaran 20 persen, sedangkan pada 2016 kontribusinya menurun menjadi hanya sekitar 7 persen.

Menurutnya, untuk tetap mencapai target pertumbuhan ditengah penurunan produksi dari bisnis pengangkutan, perseroan akan fokus mengembangkan lini bisnis asuransi harta benda dan kendaraan. Dia menjelaskan, sampai saat ini lini bisnis harta benda menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan premi perusahaan dengan porsi sekitar 30 persen.

Sumber : m.tempo.co/read/news/2017/03/22/087858283/kenapa-bisnis-asuransi-lini-pengangkutan-belum-bergairah