Kesadaran Berasuransi Masih Rendah, Peluang Pasar Penetrasi Tinggi

16 Oct 2015, 09:50

Bisnis.com, JAKARTA-- Pasar industri asuramsi di tanah air diprediksi masih sangat besar, karena pengguna produk asuransi baru mencapai 12 persen dari 100 penduduk Indonesia. Selain itu, hanya sekitar 18% diantaranya yang baru memahami manfaat dari asuransi tersebut.

Rendahnya masyarakat yang mengerti dan memiliki asuransi karena selama ini banyak yang beranggapan bahwa asuransi itu mahal dan hanya untuk masyarakat golongan menengah atas. Padahal saat ini sudah terjangkau dan setiap orang harus memiliki.

"Rendahnya masyarakat yang mengerti dan memilik asuransi karena selama ini banyak yang beranggapan bahawa asuransi itu mahal dan asuransi itu hanya untuk masyarakat golongan menengah atas. Padahal saat ini sudah terjangkau dan setiap orang harus memiliki," kata Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Kamis (15/10).

Dikatakannya, karena penetrasinya sangat rendah, maka dibutuhkan strategi khusus yang perlu dikembangkan untuk mengenal asuransi kepada masyarakat. Salah satunya melakukan sosialisasi dan edukasi asuransi kepada masyarakat. "Upaya yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di dalam indusgtri asuransi adalah memperingati Insurance Day setiap tahun serta meningkatkan pemahaman dan memberikan edukasi mengenai pentingnya asurnasi bagi masyarakat di segala lapisan," tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Setiadi, untuk meningkatkan penetrasi asuransi yang masih rendah ini diperlukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya asuransi. "Kita harus perbaiki demand dari masyarakat, dengan cara sosialisasi dan edukasi," tegasnya. Bahkan, Edi juga mengatakan, perlu adanya penambah agen di daerah-daerah, sehingga jangkaunnya jadi lebih luas serta memudahkan masyarakat untuk mengenal asuransi lebih dekat.

Menurutnya, juga sangat diperlukan adanya kerjasama lembaga keuangan, pasar modal dan asuransi harus berkontribusi kepada perekonomian nasional. Namun diharapkan asuransi mikro akan memberikan lebih banyak kontribusi kepada perekonomian. "Saat ini kontribusi asuransi kepada perekonomian masih sangat kecil, tapi kita harapkan dari asuransi mikro nantinya akan mendongkrang kontribusi kepada perekonomian nasional," tegasnya.

Menyinggung tentang In Insurance Day, Ketua Panitia Insurance Day, Reza Lutfhi mengatakan, Insurance Day akan digelar pada tanggal 18 Oktober 2015, di Jakarta. Kegiatan insurance day akan dimulai dengan serangkaian talkshow mengenai pentingnya asuransi dengan menghadirkan narasumber dari praktisi asuransi. Juga akan digelar Incurance Goes to Campus dan juga donor darah di beberapa kota sepertgi Padang, Pontianak dan Makassar, serta pagelaran musik.

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20151015/215/482551/kesadaran-berasuransi-masih-rendah-peluang-pasar-penetrasi-tinggi