Kesadaran Miliki Asuransi Properti Masih Minim

06 Jun 2016, 15:34

Kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi properti di Kota Medan masih sangat minim. Padahal, saat ini sudah sangat banyak gedung atau bangunan tinggi yang berdiri di kota ini.

Sofian, salah satu Representative Office Head perusahaan asuransi, mengatakan, hingga saat ini masih banyak properti yang belum diasuransikan pemiliknya, baik termasuk kelas III maupun kelas II. Bahkan pada kelas I juga sangat sedikit, padahal risiko yang dihadapi sangat besar.

“Yang masuk dalam kelas III adalah seluruh bangunan terdiri dari papan. Kemudian kelas II yang sebagian papan dan beton, dan kelas I seluruhnya beton atau biasanya bangunan tinggi. Dari tiap bangunan itu masih sedikit yang dilindungi asuransi,” katanya di Medan.

Adapun berbagai risiko yang bisa terjadi pada seluruh bangunan tersebut adalah kebakaran, gempa bumi, dan lainnya. Jika hal itu terjadi, yang ditanggung disebabkan oleh kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap. Selain itu, kejadian lain jika disebabkan kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, huru-hara, banjir, angin topan dan kerusakan karena air, badai, tanah longsor, bongkar, dan kehilangan keuntungan.

“Jadi sebenarnya banyak yang bisa dilindungi si pemilik gedung jika ada asuransi untuk propertinya. Sebab, kecelakaan atau kejadian apa pun, selama sesuai ketentuan, akan ditanggung,” ujarnya.

Dia berharap, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi khususnya properti semakin meningkat. Dengan begitu, akan semakin banyak mengasuransikan gedung miliknya.

“Melihat pesatnya pertumbuhan kota Medan tentu akan lebih baik jika seluruhnya sudah dilindungi asuransi, khususnya gedung tinggi yang jumlahnya sangat banyak di sini,” ucapnya.

“Akan lebih baik jika bangunan, barang, atau lainnya sudah dilindungi terlebih dahulu dengan asuransi. Itu akan memberikan kenyamanan bagi pemilik. Jadi, bukan hanya sebatas klaim saja,”.

Pada dasarnya seluruh asuransi memiliki ketentuan yang sama yaitu selama dokumen lengkap dan penyebab dijamin pihak kepolisian atau lainnya berwenang maka selambat- lambatnya selama 14 hari kerja akan diklaim perusahaan asuransi.

Ke depan, sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi keuangan, pihaknya akan semakin gencar menyosialisasikan berbagai hal terkait asuransi, sehingga edukasi kepada masyarakat bisa lebih meluas.

askrida | Sumber : www.economy.okezone.com/read/2016/06/02/470/1404363/kesadaran-miliki-asuransi-properti-masih-minim