Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(1)

Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(1)

10 Oct 2019, 11:14
Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(1)

Setiap investasi tentu memiliki keuntungan, di mana tingkat keuntungan tersebut juga akan sesuai dengan tingkat risiko yang ada di dalamnya. Karena dalam investasi, ada prinsip “high risk, high return”, yang berarti semakin tinggi risiko sebuah investasi, cenderung semakin besar pula imbal hasilnya.

Ambil contoh salah satu alternatif investasi yang sedang berkembang di era digital saat ini yaitu Pendanaan Peer-to-Peer (P2P) Lending, terutama yang menggunakan konsep crowdfunding. Dari segi imbal hasil, P2P Lending ini memang terbilang lebih menjanjikan dibandingkan dengan beberapa instrumen pengembangan dana yang ada sekarang dengan tingkat imbal hasil hingga 21% per tahun, namun tentunya ada risiko investasi yang perlu dipertimbangkan.

Karena itu para calon pengembang dana atau lender (pemberi dana pinjaman) perlu memahami dengan baik adanya risiko dan cara mitigasi risiko tersebut. Jangan sampai melakukan pendanaan tanpa tahu risiko dan cara penanggulangannya.

Risiko yang Ada dalam P2P Lending

1. Tidak dapat Menarik Dana Sesuka Hati

Pada Peer-to-Peer (P2P) Lending kamu tidak dapat menarik dana yang sudah kamu keluarkan untuk pemberian pinjaman dengan sesuka hati. Selama masih dalam jangka waktu pinjaman yang sudah dipilih di awal, maka lender harus mengikuti jangka waktu yang sudah ditentukan tersebut.

Sebagai contoh, apabila kamu melakukan pendanaan pada suatu kampanye di platform P2P Lending dengan tenor 4 bulan, dan tipe pembayaran pokok pinjaman di akhir tenor (bullet payment), maka kamu baru dapat menarik pokok pinjaman kamu setelah bulan keempat. Rencanakan kebutuhan finansial kamu dengan cermat agar kamu dapat memilih tenor pinjaman yang sesuai.

2. Risiko Telat/Gagal Bayar

Saat melakukan pendanaan melalui P2P Lending artinya kita memberikan sekaligus menyalurkan kredit untuk UKM atau pihak lainnya yang mengajukan pinjaman di platform P2P Lending tersebut. Karena itu, ada kemungkinan UKM tersebut telat bayar dalam mengembalikan pokok maupun bunga dari pinjaman yang diajukan. Tidak hanya itu, UKM tersebut juga bisa saja mengalami kesulitan dana karena berbagai faktor yang menyebabkan UKM gagal bayar.

3. Risiko Waktu Tunggu

Biasanya sebuah platform P2P Lending memberikan waktu kepada peminjam untuk mengumpulkan dana dari berbagai lender di kampanye pinjamannya (proses crowdfunding).

Lender bisa saja memberikan dana pinjaman langsung dari hari pertama, namun biasanya kampanye membutuhkan waktu sampai dengan paling lama 30 hari sampai kebutuhan dana terpenuhi, sehingga ada tenggang waktu dana pinjaman "menganggur" dari waktu diberikan hingga kampanye terpenuhi. Tentunya ini adalah “opportunity cost” yang perlu diperhitungkan.

Sumber : adv.kontan.co.id/news/ketahui-4-cara-mitigasi-risiko-pendanaan-p2p-lending-ini