Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(2)

Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(2)

10 Oct 2019, 13:38
Ketahui 4 Cara Mitigasi Risiko Pendanaan P2P Lending Ini(2)

Cara Mengatasi Risiko Investasi di Pendanaan P2P Lending

Setelah kamu mengenal risiko investasi dari pendanaan P2P Lending, berikut cara-cara menanggulangi risiko-risiko tersebut:

1. Pilih Platform P2P Lending yang Terpercaya

Ini adalah hal terpenting saat kamu ingin memulai pendanaan di platform P2P Lending. Hal ini perlu dilakukan karena banyak sekali kasus penipuan terkait investasi bodong/ilegal yang disebabkan pemilihan platform P2P Lending yang asal-asalan. Biasanya para calon pemberi pinjaman ini tergiur karena iming-iming imbal hasil yang tinggi.

Per Oktober 2019 ini terdapat 127 perusahaan penyedia platform P2P Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan terlebih dahulu apakah P2P Lending pilihan kamu sudah terdaftar OJK atau belum.

2. Pilih yang Memiliki Asuransi Kredit

Pilih platform P2P Lending yang memiliki proteksi lebih untuk pendanaan yang kamu lakukan dalam bentuk Asuransi Kredit. Hal ini bertujuan apabila UKM mengalami telat bayar maupun gagal bayar, pemberi pinjaman akan mendapatkan proteksi karena pendanaan yang diberikan sudah dilindungi oleh asuransi. Biasanya kebijakan asuransi ini berbeda-beda di setiap platform P2P Lending. Pastikan persyaratan dan klaimnya juga mudah.

3. Lakukan Diversifikasi

Untuk meminimalisir adanya kegagalan pembayaran maupun telat bayar yang dialami oleh UKM, kamu dapat melakukan diversifikasi pendanaanuntuk menekan risiko tersebut. Diversifikasi berarti menyebar pendanaan kamu ke berbagai peluang pinjaman yang berbeda. Saat melakukan diversifikasi ini kamu dapat melihat mulai dari credit rating pinjaman sebagai konsiderasi, karena credit rating menentukan tingkat risiko sebuah pinjaman.

Sebagai contoh, ada 3 UKM yang membutuhkan pinjaman memulai kampanye pinjaman berbeda yang ditampilkan pada homepage platform P2P Lending. Lalu, kamu sebagai lender menyebarkan dana kamu ketiga UKM tersebut yakni ke UKM A dengan credit rating B+ senilai Rp500 ribu, UKM B dengan credit rating A senilai Rp1.500.000 ribu dan UKM C dengan credit rating A+ senilai Rp3.000.000 ribu. Semakin tinggi credit rating (A+), cenderung semakin rendah risiko maupun imbal hasilnya.

Dengan melakukan diversifikasi, apabila salah satu UKM mengalami telat maupun gagal bayar, maka setidaknya kamu masih memiliki 2 pendanaan yang masih berjalan.

4. Pilih Platform yang Bisa Memulai Pendanaan dari Nominal Kecil

Untuk memitigasi risiko lebih jauh, pilihlah platform yang memungkinkan untuk mendanai dengan nominal kecil terlebih dahulu. Nominal minimum pendanaan untuk setiap platform P2P Lending berbeda-beda, dari mulai Rp. 100,000 sampai dengan Rp. 1,000,000 atau lebih. Untuk memulai sebaiknya mulai dari yang nominal kecil sehingga risiko kehilangan / kerugian juga dapat diperkecil. Seiring waktu apabila platform sudah menunjukkan performa bagus, barulah ditambah pelan-pelan.

Sudah tahu kan cara mengatasi risiko investasi yang ada dalam pendanaan P2P Lending? Tidak perlu lagi khawatir melakukan pendanaan di P2P Lending, karena semuanya dapat ditanggulangi dengan cara-cara di atas ya.

Sumber : adv.kontan.co.id/news/ketahui-4-cara-mitigasi-risiko-pendanaan-p2p-lending-ini