Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (1)

12 Feb 2019, 08:26

Kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Selatan dipaparkan OJK Sulampua dalam Pertemuan Tahunan IJK yang digelar di Hotel Claro, Selasa 29 Januari 2019.

Pertemuan tahunan IJK tersebut digelar dengan tema “Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan.”

Acara dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah M.Agr, Anggota Dewan Komisioner Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, Anggota Komisi XI DPR RI, H.M. Amir Uskara, para Bupati/Walikota, pimpinan instansi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, para pimpinan lembaga jasa keuangan di Sulawesi Selatan, serta stakeholder lainnya.

Aset, Kredit dan DPK Perbankan 2018

Dalam gelaran tahunan tersebut, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi, memaparkan perkembangan terkini kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan yang kembali mencatatkan pertumbuhan yang positif dengan tingkat risiko yang terkendali selama tahun 2018.

Total aset industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2018 mencapai Rp164,4 triliun, tumbuh 6,4%, sedangkan kredit industri jasa keuangan mencapai Rp138,5 triliun, tumbuh 4,7%.

Pertumbuhan industri jasa keuangan ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan dengan total aset mencapai Rp145,1 trilliun, tumbuh 6,2%. Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,2% menjadi Rp95,2 triliun, dan kredit tumbuh 4,3% menjadi Rp120,2 trilliun.

Kinerja Kredit UMKM

Kredit UMKM juga tumbuh positif 4,02% dengan pangsa 32,28% dari total kredit. Sejalan dengan itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9% dari rencana bisnis bank pada awal 2018 sebesar Rp5,4 triliun.

Kinerja penyaluran KUR di Sulawesi Selatan tersebut berada di peringkat 4 secara nasional, setelah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Di samping itu, penyaluran KUR di Sulawesi Selatan juga mengarah ke sektor produksi yaitu pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, dengan pangsa 52,13%, lebih tinggi dari pangsa nasional 46,8% dan melebihi target pemerintah, yaitu minimal 50%.

Tingkat Kredit Bermasalah 2018

Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan masih terjaga pada level yang tinggi dengan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 125,12%, lebih tinggi dari LDR perbankan secara nasional 94,04%.

Adapun risiko kredit tetap terkendali dengan rasio NPL gross sebesar 3,5%, masih di bawah ambang batas 5%.

Silahkan klik Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (2) untuk melanjutkan membaca kliping berita ini.

Sumber : makassar.terkini.id/kinerja-jasa-keuangan-sulsel-2018-tumbuh-64-persen-risiko-terkendali