Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (2)

Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (2)

13 Feb 2019, 11:13
Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (2)

Pasar Modal 2018

Industri pasar modal di Sulawesi Selatan juga terpantau tumbuh signifikan. Jumlah investor di Sulawesi Selatan mencapai 23.637 investor, tumbuh sangat tinggi 125,19% dengan nilai transaksi mencapai Rp11,58 triliun.

Industri Asuransi

Searah dengan industri pasar modal, industri keuangan non bank di Sulawesi Selatan juga terus tumbuh dengan baik.

Premi Asuransi Umum dan Asuransi Jiwa tumbuh masing-masing 18,6% dan 54%, investasi Dana Pensiun tumbuh 5,2%, piutang Perusahaan Pembiayaan tumbuh 4,9%, pembiayaan Modal Ventura tumbuh 33,1%, pinjaman Pergadaian tumbuh 4,4%, dan outstanding penjaminan kredit tumbuh sangat tinggi 100,3%.

Ada Fintech Baru di Sulsel Tahun 2018

“Di industri teknologi finansial (fintech), jumlah peminjam sebanyak 54.116 rekening, dan pemberi pinjaman sebanyak 3.518 rekening, dengan realisasi pinjaman sebesar Rp234,6 miliar atau setara 50% dari total pinjaman Fintech di pulau Sulawesi,” terang Zulmi.

Pada tahun 2018, terdapat dua pelaku usaha pergadaian swasta di Sulawesi Selatan yang telah terdaftar di OJK, yang diharapkan segera mengajukan permohonan izin sebagai perusahaan pergadaian, sehingga semakin banyak opsi akses keuangan bagi seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan.

Bank Wakaf Mikro di Sulsel

OJK juga memfasilitasi pembentukan model bisnis Bank Wakaf Mikro dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah yaitu LKMS Ummul Mukminin Aisyiyah pada tanggal 3 Agustus 2018 yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah pertama di Sulawesi Selatan.

Program TPAKD 2019

Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua juga meyampaikan dukungan penuh atas program TPAKD Sulsel tahun 2019 dengan mendorong peningkatan peran lembaga jasa keuangan memalui berbagai inisiatif:

Pertama, meningkatkan penyaluran kredit UMKM skim KUR dan Umi untuk pelaku usaha mikro kecil potensial, serta skim MEKAAR dan pembiayaan syariah untuk kelompok usaha pra sejahtera.

Penyaluran kredit UMKM pola klaster kemitraan Inti-Plasma akan diperluas dengan memfasilitasi dukungan akses pasar dan penjaminan kredit dari perusahaan besar/eksportir sektor agribisnis.

Kedua, memfasilitasi akses KPR bersubsidi yang lebih luas kepada masyarakat berpenghasilan rendah bekerja sama dengan pemerintah daerah, asosiasi perumahan, dan lembaga jasa keuangan.

Ketiga, mempercepat realisasi asuransi mikro dan asuransi agribisnis antara lain Asuransi Usaha Tani Padi, Asuransi Usaha Ternak Sapi, Asuransi Nelayan dengan meningkatkan sosialisasi dan memperluas kemitraan antara lembaga jasa keuangan dengan Pemerintah Daerah untuk perlindungan usaha petani, peternak dan jiwa nelayan di tengah risiko dampak perubahan iklim yang meningkat akhir-akhir ini terutama di Sulawesi Selatan.

Keempat, mengoptimalkan peran BUMDes dan LKM melalui fasilitasi penguatan kelembagaan dan akses keuangan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan.

Kelima, mendorong peran Bank Pembangunan Daerah dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada usaha produktif, pemberdayaan BUMDes, implementasi program Laku Pandai, meningkatkan layanan, kompetensi SDM dan infrastruktur pendukung untuk persiapan menjadi Bank Devisa guna mendukung pembiayaan ekspor sektor unggulan daerah, serta memperluas kemitraan, baik dengan lembaga jasa keuangan, maupun dengan pelaku usaha dan pendamping UMKM.

Keenam, meningkatkan penetrasi produk pasar modal, antara lain melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal bagi aparatur sipil negara, memperbanyak galeri investasi di perguruan tinggi, dan melanjutkan upaya sosialisasi dan asistensi kepada perusahaan local yang potensial untuk memanfaatkan pendanaan dari pasar modal melalui IPO (Initial Public Offering).

Silahkan klik Kinerja Jasa Keuangan Sulsel 2018: Tumbuh 6,4 Persen, Risiko Terkendali (3) untuk melanjutkan membaca kliping berita ini.

Sumber : makassar.terkini.id/kinerja-jasa-keuangan-sulsel-2018-tumbuh-64-persen-risiko-terkendali