Klaim Asuransi Tak Dibayar? Ini yang Harus Anda Lakukan

07 Dec 2017, 15:04

Anda pasti setuju bahwa perlindungan dalam bentuk ganti rugi terhadap kerugian yang diderita adalah salah satu hal yang menyebabkan anda pada akhirnya memiliki asuransi. Meski demikian, anda pasti pernah mendengar kabar teman, membaca sebuah berita, atau melihat dengan mata kepala sendiri ada beberapa pihak yang sepertinya "sulit" untuk melakukan klaim atas kerugian yang diderita, padahal, katanya mereka memiliki asuransinya.

Sebagai seorang nasabah, anda pasti memiliki kekhawatiran dengan hal-hal kurang baik yang terkait dengan asuransi seperti kesulitan klaim dan atau klaim ditolak yang berujung pada kerugian anda, anda tidak diganti.

Sehingga, pengetahuan mengenai tata cara klaim, persyaratan atas klaim asuransi dan langkah-langkah yang bisa anda lakukan bila klaim anda tidak dibayar menjadi penting untuk anda ketahui.

Pada dasarnya, pembayaran atas klaim yang diajukan oleh pemegang polis harus segera dibayarkan oleh perusahaan asuransi, bilamana persyaratan yang disyaratkan oleh Perusahaan Asuransi telah dipenuhi oleh pemegang Polis. Hal ini telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan NOMOR 69 /POJK.05/201627.

Jangka waktu pembayaran klaim asuransinya sendiri diatur dalam Pasal 40 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan NOMOR 69 /POJK.05/201627 di mana dinyatakan pada pasal tersebut lebih kurangnya bahwa "Perusahaan asuransi wajib menyelesaikan pembayaran klaim sesuai jangka waktu pembayaran klaim atau manfaat yang ditetapkan dalam polis asuransi atau paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak adanya kesepakatan … mana yang lebih singkat".

Bila perusahaan asuransi tidak juga membayar klaim anda sedangkan anda telah memenuhi persyaratan yang harus dilengkapi maka akan terjadi perselisihan antara anda dengan perusahaan asuransi, bukan?

Di satu sisi anda merasa telah memenuhi persyaratan di sisi lain perusahaan asuransi berbeda pendapat. Perbedaan pendapat yang berujung pada perselisihan ini kemudian lebih dikenal dengan sengketa antara anda dengan perusahaan asuransi.

Untuk menyelesaikannya (sengketa), anda bisa menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan yang anda hadapi. Salah satu yang dapat anda lakukan adalah mengajukan gugatan perdata kepada pihak Perusahaan Asuransi.

Namun, sebelum mengajukan gugatan perdata, anda harus mengajukan somasi terlebih dahulu. Bila somasi tidak dihiraukan oleh pihak asuransi, maka barulah anda dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri.

Namun, beberapa dari anda mungkin malas untuk mengirimkan somasi, terlibat dalam gugat menggugat, apalagi sampai harus bolak-balik ke Pengadilan Negeri.

Nah, bagi anda yang tidak terlalu suka dengan proses tersebut, sebenarnya ada sebuah lembaga yang dapat bertindak untuk menyelesaikan sengketa antara Pemegang Polis dan Perusahaan Asuransi. Lembaga ini dikenal dengan nama Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI).

BMAI adalah sebuah badan hukum berbentuk Perhimpunan yang melakukan kegiatan dibidang sosial didirikan oleh Asosiasi-asosiasi Usaha Perasuransian di Indonesia yaitu : Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dan Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI).

Seperti yang tercantum di website resmi-nya, pelayanan dari BMAI ini gratis. Selama nilai tuntutan ganti rugi atau manfaat polis yang dipersengketakan tidak melebihi Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) per klaim untuk asuransi kerugian/umum dan Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) per klaim untuk asuransi jiwa atau Asuransi jaminan sosial.

Oleh karenanya, jangan dulu panik bilamana klaim anda tidak dibayarkan oleh Perusahaan Asuransi karena ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan. Meski demikian, tentu anda tidak ingin kejadian ini terjadi kepada anda, keluarga, kerabat, atau teman anda.

Untuk mencegah hal ini terjadi, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan ketika anda memutuskan untuk memilih sebuah perlindungan dari asuransi.

Hal yang paling pertama adalah ketahui kebutuhan anda, seperti Jenis asuransi apa yang paling anda butuhkan? Apakah anda membutuhkan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, ataukah asuransi kerugian untuk aset anda?

Selain itu, berapa besar dan perlindungan seperti yang anda butuhkan? Misal, untuk asuransi kesehatan, anda membutuhkan kamar kelas 1 ataukah VIP untuk rawat inap? Untuk mobil anda membutuhkan asuransi yang melindungi banjir ataukah tidak?

Hal kedua yang perlu anda ketahui ketika akan memilih asuransi adalah: jangan pernah percaya sepenuhnya pada perkataan agen asuransi. Di sini bukan maksud menjelekkan profesi agen asuransi, hanya saja agen asuransi juga adalah seorang manusia di mana ada kemungkinan salah bicara atau salah penyampaian sehingga pemahaman yang anda terima berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh si agen.

Terakhir, masih terkait dengan hal kedua yang telah disampaikan tadi: Selalu baca dan pelajari polis yang anda miliki. Hak dan Kewajiban anda tercantum dalam polis. Jangan sampai suatu waktu anda ingin klaim dan perusahaan asuransi menolaknya, lalu anda protes keras kepada perusahaan asuransi.

Padahal, di sisi lain kerugian yang anda derita memang tidak tercantum sebagai sesuatu yang dilindungi oleh asuransi sebagaimana yang tercantum dalam polis, malulah anda!

finance.detik.com/perencanaan-keuangan/3751877/klaim-asuransi-tak-dibayar-ini-yang-harus-anda-lakukan