Klaim Asuransi Wisatawan Masih Minim

06 May 2016, 07:41

KOTA – Kecelakaan laut yang rawan dialami wisatawan belum diimbangi dengan perlindungan yang memadai. Hal itu terlihat dari minimnya kover jaminan asuransi bagi pengunjung objek wisata pantai di Pacitan. Untuk objek wisata yang dikelola pemkab, nilai santunan bagi pengunjung yang mengalami kecelakaan laut relatif kecil yakni Rp 5 juta.

Kabid Promosi Disbudparpora Pacitan Budi Hartoko mengatakan, nilai santunan tersebut didapat dari premi yang dibebankan kepada pengunjung Rp 200 per orang. Soal kecilnya nilai pertanggungan, Hartoko menyebut bisa saja menaikan nilai pertanggungan. Akan tetapi, konsekuensinya premi yang dibayarkan ke perusahaan asuransi juga naik. ‘’Namun hal tersebut belum bisa dilaksanakan. Sebab urusan klaim asuransi langsung dikirim Disbudparpora ke Jasa Raharja,’’ katanya.

Menurut dia, perlindungan asuransi tidak hanya berlaku untuk objek wisata pantai saja. Semua wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata sudah terkover asuransi. ‘’Pembayaran premi asuransi kecelakaan includetiket masuk. Jadi semua pengunjung objek wisata yang membayar tiket masuk sudah terlindungi asuransi,’’ ujarnya.

Hartoko menampik jika klaim asuransi tersebut tidak pernah tersalurkan ke korban yang mengalami kecelakaan laut. Karena klaim tidak bisa dicairkan jika tidak ada bukti serah terima langsung dari yang bersangkutan atau keluarganya. Jadi kecil kemungkinan klaim tersebut berpindah tangan ke pihak lain. ‘’Merujuk peraturan menteri (permen), sekarang kewenangan sudah dilimpahkan ke DPPKA,’’ tuturnya.

Diungkapkan, jaminan asuransi sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab Disbudparpora selaku satuan kerja yang menaungi objek-objek wisata di Pacitan. Terkecuali Pantai Teleng Ria, yang saat ini diserahkan pengelolaannya ke pihak ke tiga. ‘’Kalau dikelola pihak ketiga, asuransinya tidak masuk tanggungjawab pemkab,’’ tegas Hartoko. (her/yup)

Askrida | Sumber :  http://infobanknews.com/ojk-target-asuransi-pertanian-sulit-tercapai