Konsumen Bisa Manfaatkan LAPS

15 Dec 2016, 11:15

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) jika permasalahannya tidak mencapai kesepakatan dengan institusi jasa keuangan. OJK berharap kehadiran LAPS bisa membuat konsumen lebih tenang lantaran pengaduannya langsung direspons.

“Banyak masyarakat belum mengetahui LAPS, padahal masyarakat bisa menyelesaikan sengketanya jika tidak mencapai kesepakatan dengan lembaga jasa keuangan,” ungkap Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo di Jakarta.

Anto menambahkan, untuk memanfaatkan layanan LAPS, konsumen terlebih dahulu bisa menyampaikan permohonan penyelesaian sengketa sesuai sektornya, kemudian dokumen pengajuan akan diversifikasi. Setelah mengkonfirmasi penerimaan permohonan, pemilihan atau penunjukan pihak ketiga dan proses mediasi atau ajudikasi atau arbitrase dilakukan agar mencapai kesepakatan.

Pada Januari lalu, OJK menginisiasi kehadiran enam LAPS sesuai sektor lembaga jasa keuangan, meliputi Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI), Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI), Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP), Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), Badan Arbitrase dan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), serta Badan Mediasi Pembiayaan, Pegadaian, dan Venture Indonesia (BMPPVI).

Kehadiran lembaga tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi konsumen tanpa mengabaikan pelaku usaha serta tetap berada dalam kerangka penegakan kebenaran dan keadilan yang bermartabat sesuai moral justice.

Berdasarkan data OJK, keluhan masyarakat terkait layanan jasa keuangan seperti dari pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, lembaga jasa keuangan lainnya, perbankan dan non lembaga jasa keuangan terus meningkat.

Hingga Juni lalu, secara keseluruhan ada 913.092 pengaduan dari berbagai sektor. Namun, paling banyak berasal dari sektor perbankan. “Ada sekitar 871.746 pengaduan, yang selesai 92 persen atau 802.000 aduan, di mana 69.465 sedang dalam proses dan yang tidak selesai 76 aduan,” ungkap Anto.

Solusi Alternatif

OJK mencatat penyelesaian sengketa oleh LAPS sepanjang Januari-Juni 2016 mencapai 47 permohonan dari konsumen.

Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Yahya Harahap menilai kehadiran LAPS seiring mulai memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap pengadilan dan dua gelombang alternatif penyelesaian sengketa.

“Kehadiran enam LAPS bisa menjadi solusi alternatif penyelesaian sengketa yang selama ini cenderung mahal dan memakan waktu lama,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pengamat Hukum Perbankan dan Asuransi, Ricardo Simanjuntak menilai kehadiran LAPS- Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) diyakini akan lebih spesialis karena akan ditangani mediator, adjudikator dan arbitrator dengan kedalaman pengetahuan pada hukum dan bisnis UJK. mad/E-10

askrida | Sumber : www.koran-jakarta.com/konsumen-bisa-manfaatkan-laps