Korban Hipnotis dan Penggelapan Tidak Tercover Asuransi Mobil

05 Sep 2016, 14:54

“Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah!”. Mungkin Anda sudah familiar dengan kalimat milik Bang Napi tersebut. Maraknya tindak kejahatan yang terjadi di Indonesia salah satunya di kota besar seperti di Jakarta memang menjadi momok menakutkan bagi warga Ibukota.

Terlebih bagi anda para pengguna kendaraan bermotor seperti mobil. Mungkin bagi sebagian masyarakat akan mengantisipasinya dengan mengikutsertakan kendaraannya dalam produk asuransi mobil. Namun perlu disadari bahwa tidak semua tindak kejahatan akan tercover dalam asuransi mobil anda.

Ada beberapa kategori tindak kejahatan yang tidak di-cover dalam asuransi. Seperti kasus penggelapan, penipuan maupun hipnotis. Kalau kehilangan karena penggelapan, karena ditipu, itu tidak terjamin.

Pihak asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan dan biaya atas kendaraan bermotor atau tanggung jawab hukum terhadap pemilik mobil yang menjadi korban atas tindak kejahatan berupa penggelapan, penipuan maupun hipnotis. Kerugian total itu hanya ada dua. Karena kecelakaan dan karena pencurian. Kalau terjadi kerugian total karena kecelakaan atau pencurian itu akan dijamin.

askrida | Sumber : carvaganza.com