Kredit bank naik, premi asuransi kredit terdongkrak

21 Feb 2018, 13:32

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) masih optimistis keseluruhan produk asuransi tahun ini bisa mencatatkan kinerja positif termasuk asuransi kredit. Ada beberapa katalis pendukung pertumbuhan asuransi kredit.

Direktur Eksekutif AAUI Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, optimisme itu didukung oleh kredit perbankan yang meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kredit perbankan tahun ini bisa tumbuh di kisaran 10%–12%.

Rencana penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diyakini memberi dampak baik bagi perkembangan bisnis asuransi kredit. "Selain itu, akan didukung target kredit usaha rakyat (KUR) yang naik," katanya.

Tahun ini, pemerintah memproyeksikan penyaluran KUR bisa mencapai Rp 120 triliun. Jumlah ini meningkat dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp 95,56 triliun.

Jika tidak ada perbaikan dari ketiga faktor tersebut maka asuransi kredit di 2018 akan stabil. Tapi sebaliknya, apabila ada dampak positif dari faktor tersebut maka asuransi kredit tumbuh 7,63%.

Merujuk data AAUI, sampai kuartal III-2017, premi asuransi kredit menurun 4,8% ke Rp 3,39 triliun. Sementara, pada periode ini klaim meningkat 6% menjadi Rp 1,89 triliun.

Saat ini, dari 76 perusahaan asuransi anggota AAUI, terdapat 14 perusahaan yang menjual asuransi kredit. Premi terbesar sampai September 2017 dari dua perusahaan, salah satunya ialah dari PT Bangun Askrida. Kedua perusahaan menyumbang 90% dari total asuransi kredit.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/kredit-bank-naik-premi-asuransi-kredit-terdongkrak