Kuartal IV/2016, Klaim Asuransi Properti Tumbuh Signifikan

11 Jan 2017, 14:48

Nilai klaim lini bisnis properti atau harta benda pada sektor asuransi umum dinilai tumbuh signifikan pada kuartal IV/2016.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), mengungkapkan realisasi klaim produk asuransi itu tumbuh lebih besar dibandingkan tiga kuartal sebelumnya.

Kondisi itu dipicu oleh sejumlah klaim atas risiko kebakaran dan bencana alam.
“Kuartal keempat akan mengalami kenaikan cukup besar sebab sejumlah pabrik di Jabodetabek mengalami kebakaran,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (8/1/2017).

Sejumlah peristiwa bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir, ujarnya, juga akan berdampak pada peningkatan klaim. Kendati begitu, dia menilai nilai pertanggungan atas peristiwa akibat force majeure itu itu tidak akan mengerek tinggi realisasi klaim lini bisnis properti.

Pasalnya, dia menilai sejumlah kasus klaim itu terjadi atas sejumlah bagian komersial di daerah pinggiran di wilayah Pulau Jawa.

“Sehingga klaim relatif tidak terlalu besar seperti kasus yang terjadi di kota besar. Ada juga kasus gempa bumi di Pidie, Aceh, tetapi tidak semua diasuransikan,” ungkapnya.

Data AAUI pada akhir kuartal III/2016 menunjukkan realisasi klaim industri asuransi kerugian mencatatkan penurunan sebesar 7,6% (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp20,27 triliun.

Pada periode yang sama nilai premi bruto industri tumbuh 8,7% (y-o-y) Rp46,08 triliun dengan pangsa pasar dikuasai asuransi harta benda (28,5%), kendaraan bermotor (25,2%), asuransi kredit (7,7%) dan asuransi kesehatan (6,9%).

Pada akhir kuartal ketiga itu rasio klaim asuransi kesehatan tercatat sebesar 81,4%. Sedangkan, lini bisnis harta benda, kendaraan bermotor, dan asuransi kredit masing-masing mencatatkan rasio klaim 35,7%, 47,1%, dan 50,2%.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com/read/20170109/215/617673/kuartal-iv2016-klaim-asuransi-properti-tumbuh-signifikan