Kurang Sosialisasi, Asuransi Pertanian Sepi Peminat

31 Dec 2015, 10:45

Jakarta -Pada awal Oktober lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis asuransi pertanian yang masuk dalam paket kebijakan ekonomi Jokowi jilid III. Tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan subsidi dana premi asuransi pertanian sebesar Rp 150 miliar untuk 1 juta hektar lahan padi.

Namun, meski petani hanya cukup membayarkan premi sebesar Rp 30.000/hektar untuk mendapatkan pertanggungan sebesar Rp 6 juta, rupanya belum banyak petani yang memanfaatkan fasilitas asuransi tersebut.

Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan, hingga menjelang pergantian tahun ini, baru sekitar 100.000 hektar yang sudah diasuransikan dari program tersebut.

“Target memang di awal 1 juta hektar lahan. Ini masih banyak kekurangan, sosialisasi pada petani kan baru mulai Agustus, sementara musim tanam November-Desember. Jadi laporan baru yang kita terima baru 10% saja, atau kurang lebih 100.000 hektar sampai sekarang,” ungkap Firdaus ditemui di kantor OJK, Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Dia beralasan, sulitnya sosialiasasi pada petani membuat belum banyak yang memanfaatkan asuransi bersubsidi tersebut.

“Petani kan mikirnya walaupun anda cuma harus bayar 20% sisanya yang 80% ditanggung negara, tetap saja mikirnya nanti duit mereka nggak balik. Nggak mau mereka jadinya, tapi ini akan terus berkembang,” katanya.

Menurut Firdaus, baik OJK maupun pemerintah, belum memutuskan apakah menambah luasan lahan padi yang bisa diasuransikan pada tahun 2016.

“Kita belum putuskan tahun depan harus berapa hektar dari yang sekarang 1 juta hektar. Mungkin nanti tahun kedua pelaksanaan bisa 2 juta hektar, someday mungkin bisa 10 juta hektar,” tutupnya.

(hns/hns) 

Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/12/30/173158/3107737/5/kurang-sosialisasi-asuransi-pertanian-sepi-peminat