Laba Industri Asuransi Tak Menggembirakan, Ini Penjelasan OJK

20 Feb 2017, 13:47

Laba industri asuransi nasional pada akhir tahun 2016 tercatat kurang menggembirakan. Statistik Asuransi yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, bisnis asuransi jiwa nasional rugi Rp 3,5 triliun, dibandingkan laba pada akhir tahun 2015 sebesar Rp 10,23 triliun.

Selain itu, laba bersih industri asuransi umum pada akhir tahun 2016 juga turun 9 persen menjadi Rp 5,76 triliun. Bagaimana tanggapan OJK selaku pengawas industri asuransi nasional?

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani menilai, pada dasarnya kinerja industri asuransi, khususnya asuransi jiwa masih dalam kondisi sehat. Adapun turunnya laba disinyalir lantaran terkait menurunnya investasi.

"Perkara ini investasi yang saham-saham yang dibeli mungkin nilainya lagi turun. Itu saja kerugiannya," ujar Firdaus di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Meskipun demikian, imbuh Firdaus, kinerja industri asuransi jiwa dari sisi premi masih dalam kondisi baik. Akan tetapi, OJK tetap akan meminta penjelasan dari asosiasi, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum, terkait menurunnya kinerja.

"Secara premi tumbuh, polis premi yang dipungut tumbuh, cuma investasi yang agak jeblok," tutur Firdaus.

Data OJK menyebut, pendapatan bisnis asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 161,10 triliun. Adapun jumlah beban industri asuransi jiwa mencapai Rp 162,57 triliun.

sumber : bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/14/152254126/laba.industri.asuransi.tak.menggembirakan.ini.penjelasan.ojk