Literasi Keuangan Masyarakat 36%, Wajar Masih Banyak Terjerumus Investasi Bodong

Literasi Keuangan Masyarakat 36%, Wajar Masih Banyak Terjerumus Investasi Bodong

03 Dec 2019, 16:57
Literasi Keuangan Masyarakat 36%, Wajar Masih Banyak Terjerumus Investasi Bodong

Saat ini literasi keuangan di Kalbar berada di angka 36 persen. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, M Riezky F Purnomo, menguatkan dengan angka tersebut bisa didefinisikan bahwa dari 10 orang yang tahu atau memiliki pengetahuan tentang produk keuangan hanya 3-4 orang saja.

Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

“Nah yang enam orang lagi akan gampang terjerumus ke investasi illegal. Jadi tidak akan heran investasi bodong akan merajalela, kalau hari ini ada kebun kurma nanti bisa jadi ada lagi yang seperti itu, ya pasti ada yang kena korbannya, seperti 6 orang ini yang akan menjadi korban berikutnya,” ujar Riezky saat edukasi wartawan di Pontianak, Rabu (27/11/2019).

Soal pemahaman, dia mencontohkan yang terjadi pada sebagian besar orang yang tidak menyadari dengan memiliki kendaraan saja sebenarnya sudah tercover asuransi.

“Saya pernah tanya mahasiswa, kalian punya asuransi? Lalu mereka bilang tidak. Kalian punya motor? Mereka jawab punya. Nah, selama ini mereka tidak tahu kalau mereka sudah dicover asuransi kecelakaan dari pemerintah” ucap Riezky.

Bayangkan, ketika terjadi kecelakaan, seharusnya mereka dapatkan klaim asuransi yang setidaknya bisa meringankan beban mereka yang tertimpa musibah. Karena tidak tahu atau paham, mereka harus keluarkan uang lebih banyak.

Dia berharap masyarakat melek dalam hal memahami produk keuangan tujuan agar tidak gampang tertipu hanya karena tergiur keuntungan besar.

Lewat forum edukasi wartawan ini, Riezky berharap dukungan media untuk menyebarluaskan ini agar bisa memberikan pemahaman pula.

"Semoga nanti literasi keuangan kita di Kalbar bisa naik 60 persen. Kalau literasi meningkat maka kesejahteraan masyarakat kita juga akan meningkat," sampainya.

Setidaknya ada 30 jurnalis ikut dalam kegiatan edukasi wartawan tersebut.

OJK juga menggandeng pihak lainnya untuk memperluas cakupan pengawasan terhadap perusahaan yang tidak mendapatkan izin dari OJK.

Dia mencontohkan ada travel umroh karena menghimpun dana masyarakat, maka OJK gandeng Kementerian Agama untuk bisa mengawasi. OJK juga bersama-sama dengan beberapa institusi lainnya membentuk satgas waspada investasi.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kalbar Dinar Fida Sasmita mengatakan cara mengecek investasi benar atau bodong bisa dilakukan dalam beberapa hal.

'Bisa kita cek return atau keuntungan yang dijanjikan, masuk akal tidak. Rujukan bisa dilihat dari bunga deposito bank. Lalu legalitas perusahaan juga bisa dicek," ujar Dinar yang juga menjadi satu di antara pemateri kegiatan edukasi wartawan. (nin)

Sumber : pontianak.tribunnews.com/2019/11/28/literasi-keuangan-masyarakat-36-wajar-masih-banyak-terjerumus-investasi-bodong.