Masih Rendah, Pemahaman Masyarakat terhadap Perbankan

13 Oct 2016, 09:42

Tingkat kesadaran masyarakat untuk mendalami pemahaman terhadap lembaga keuangan masih jauh dari harapan. Pemanfaatan jasa perbankan sudah cukup luas, namun sayangnya masyarakat tentang pengelolaan keuangan perbankan masih sangat minim.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Riau menyebutkan, kondisi ini juga terjadi di Provinsi Riau. Kepala OJK Perwakilan Riau, Muhammad Nurdin Subandi mengatakan, hingga saat ini kecenderungan masyarakat yang belum memahami perbankan tapi banyak memanfaatkannya masih ada. Pemahaman terhadap lembaga keuangan ini menurut Nurdin sering diabaikan. Di sisi lain, masyarakat sudah punya kepercayaan yang baik memanfaatkan lembaga perbankan untuk penyimpanan uangnya.

OJK Republik Indonesia memang belum melakukan survei terbaru pasca kelahiran lembaganya yang baru seumur jagung. Namun Berdasarkan hasil survei nasional perkembangan literasi keuangan pada 2013, untuk sektor perbankan terjadi perbedaan angka yang signifikan antara pemahaman dan pemanfaatan perbankan. ‘’Hanya 22 persen masyarakat Indonesia dan juga begitu Riau yang memahami perbankan, tapi pemanfaatan sudah sebesar 57 persen,’’ sebut Nurdin belum lama ini.

Dalam survei tersebut juga ter­catat, tingkat keperluan masyarakat terhadap lembaga pengelolaan keuangan lainnya. Namun disektor jasa asuransi, terlihat tingkat kehati-hatian masyarakat lebih tinggi. Masyarakat yang memahami lembaga asuransi malah lebih buruk, hanya 22 persen. Kehati-hatian masyarakat ini terlihat jelas dari data angka pemanfaatan asuransi yang hanya 12 persen pada survei terakhir kali itu.

Sementara untuk hasil survei pemanfaatan lembaga keuangan non bank, juga terjadi hal yang sama. Sebanyak 10 persen masyarakat cenderung mencari tahu dan memahami terlebih dahulu sebelum melibatkan uangnya ke lembaga itu. Sementara untuk pemanfaatannya hanya 6 persen saja.

Nurdin Subandi menyebutkan, pihaknya tidak akan berhenti melaksanakan salah tugas mereka dalam melakukan literasi keuangan dengan melibatkan lembaga-lembaga keuangan yang ada di Riau. OJK juga telah mengembangkan produk dan layanan keuangan lewat program Laku Pandai, Simpanan Pelajar (Simpel) dan Program Jaring yang sudah dilakukan di Bengkalis beberapa waktu lalu. OJK turut menghadirkan mobil literasi keuangan yang juga sudah dimanfaatkan oleh sejumlah perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Riau untuk melakukan literasi sesuai jadwal masing-masing.

‘’Kami juga menyediakan telepon layanan yang bisa dihubungi masyarakat. Bisa dimanfaatkan untuk informasi keuangan maupun pengaduan. Untuk pengaduan, bahka masyarakat kini sudah bisa memantau, sejauh mana proses pengaduan yang mereka lakukan di OJK melalui website,’’ sebut Nurdin.(end)

askrida | Sumber : riaupos.co/125371-berita-masih-rendah-pemahaman-masyarakat-terhadap-perbankan