Mau Mudik Pakai Motor, Sudah Siapkah Anda?

29 Jun 2016, 14:08

Sepeda motor beberapa tahun terakhir ini banyak digunakan untuk mudik, meski sepeda motor tidak disarankan untuk penggunaan jarak jauh. Untuk alasan keselamatan, pemudik yang menggunakan sepeda motor harus mempersiapkan segala halnya dengan matang.

Menurut instruktur keselamatan berkendara dari Rifat Drive Labs, Citra Ayu Lestari, dari fisik manusia hingga kendaraan harus dipersiapkan matang. Jangan sampai selama perjalanan, fisik pengendara maupun kendaraannya akan menyulitkan dan membahayakan.

"Dari pengendara, fisiknya mampu enggak mengendarai motor sampai ke kampung halaman. Asupan makanan yang baik, kemudian banyak minum air putih, istirahat yang cukup," kata Citra saat berbincang dengan detikOto.

Kemudian, pastikan perjalanan berlangsung dalam waktu yang tidak ketat terkait jadwal libur pemudik. Citra menyarankan, jangan berangkat mudik dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. "Waktu pemberangkatan itu sebaiknya jauh-jauh hari. Kalau bisa H-5. Karena di saat tersebut, musuh di jalan raya berkurang. Maksudnya tidak sebanyak ketika H-2, karena puncak-puncaknya itu H-3, H-2. Bahkan malam takbiran pun masih ada," ucap Citra.

Selanjutnya, pastikan pengendara membawa surat-surat seperti SIM dan STNK yang masih aktif. Dokumen pribadi lain seperti KTP dan asuransi individu jika ada juga bisa dibawa. "Surat-surat semuanya harus masih aktif. Khawatirnya kalau SIM mati, ada tilang di sepanjang jalan, ribet ngurusnya. Harus ngambil ke tempat yang bersangkutan," kata Citra.

Persiapan selanjutnya adalah putuskan rute perjalanan yang aman. Citra menyarankan agar perjalanan dilakukan pada pagi atau siang hari. "Karena kalau terjadi hal darurat, itu bisa diantisipasi. Masih ada pos polisi terdekat, rumah makan banyak, bengkel dan sebagainya. Jadi kalau berkendara malam, khawatirnya kendaraan kita mengalami kendala atau mengalami kecelakaan itu agak susah," ujar Citra.

Kemudian, simpan kontak penting seperti nomor telepon kerabat/keluarga, polisi, rumah sakit hingga bengkel darurat kendaraan. "Lalu persiapan barang yang dibawa pun jangan melebihi kapasitas. Kalau banyak, kirim saja melalui ekspedisi," saran Citra.

Dari sisi pengendaranya, Citra menyarankan agar bersikap sabar dan antisipatif (defensif) dalam menyikapi perjalanan mulai dari cuaca hingga kemacetan jalan. Jangan sampai cara berkendara akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dari sisi kendaraannya, pastikan kendaraan dalam keadaan sehat. Sebelum perjalanan, cek fungsi-fungsi yang ada di kendaraan. "Itu pengecekan rutin, ban, lampu-lampu, rem, bensin, oli. Kalau enggak mau repot langsung aja ke bengkel, servis karena ini mau dipakai perjalanan jauh. Kadang-kadang, kalau motornya injeksi kan harus disetel. Tapi sebelum itu juga kita harus cek lagi, jadi jangan percaya sama bengkel dan kita enggak ngecek-ngecek lagi. Minimal ya itu tadi, lampu-lampu, rem, kendalinya masih seimbang," ujar Citra.

Di dalam perjalanan, selalu taati peraturan lalu lintas. Jaga batas kecepatan sesuai peraturan yang berlaku di perjalanan dan selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain terkait pergerakan darurat yang mungkin saja terjadi dan selalu gunakan asuransi kendaraan bermotor atau asuransi kecelakaan diri agar selalu merasa nyaman dan aman dimanapun anda berada dan berkendara. (rgr/ddn)

askrida | Sumber : oto.detik.com