Menjajal Kolaborasi Teknologi Dengan Produk Keuangan

08 Sep 2016, 14:35

Sektor keuangan berperan penting untuk menguatkan perekonomian negara. Karenanya, sektor keuangan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Di era teknologi saat ini, tidak sedikit usaha rintisan (startup) melebur perkembangan teknologi dengan sektor keuangan menjadi sebuah kreativitas yang belakangan populer dikenal sebagai fintech.

Fintech sendiri merupakan akronim dari financial technology. Saat ini, fintech belum memiliki definisi baku. Namun, intinya, fintech adalah penggunan teknologi yang diaplikasikan ke sektor keuangan untuk meningkatkan layanan keuangan, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, penyaluran pinjaman, pengumpulan dana, proteksi asuransi, hingga pengelolaan investasi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengelompokkan fintech berdasarkan aktivitasnya. Pertama, fintech yang fokus pada deposit, lending, dan capital raising, di antaranya skema bisnis crowdfunding dan peer to peer lending. Kedua, fintech yang melayani transaksi sistem pembayaran. Ketiga, market provisioning yang berbentuk e-aggregator.

Keempat, fintech yang kegiatannya mencakup investment dan risk management, seperti robo advisor dan platform e-trading dan e-insurance. "Fintech sebagai layanan keuangan yang berbasis teknologi informasi, seperti big data, cloud computing, dan distributed ledger system menjadi fenomena," ujarnya, kemarin.

Lalu, bagaimana dengan prinsip perlindungan konsumen, mengingat fintech belum resmi diatur?

Nah, untuk menjawab rasa was-was masyarakat sebagai konsumen, saat ini OJK bersama-sama dengan lembaga terkait lainnya, seperti BI, Kementerian Keuangan, Kementerian Informasi dan Teknologi Informatika, termasuk Kementerian Perdagangan, sedang meracik aturan main resmi fintech. Ketentuan yang bakal diatur, antara lain terkait permodalan perusahaan fintech, risiko manajemen, hingga perlindungan data dan informasi nasabah.

Jika tidak ada aral melintang, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, peraturan ini akan terbit akhir Oktober 2016 atau sebelum akhir tahun nanti. Gubernur BI Agus Martowardojo juga bilang, akan menelurkan peraturan terkait sistem pembayaran oleh perusahaan fintech September 2016 mendatang.

Jadi, kita tunggu saja kemudahan-kemudahan lain yang ditawarkan fintech dalam sektor keuangan.(bir)

askrida | Sumber : www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160831155639-78-155164/menjajal-kolaborasi-teknologi-dengan-produk-keuangan