Meski Seret,Optimis Lini Marine Cargo Bisa Tumbuh

04 May 2017, 08:26

Ade Zulfikar salah satu direktur perusahaan asuransi yang ada di Indonesia mengatakan selain memacu segmen bisnis properti, engineering, surety bond, asuransi marine cargo juga menjadi fokus bisnis tahun ini.

“Kami percaya bisnis ini menjanjikan dari sisi letak geografis Indonesia yang Kepulauan dan juga dari arus pengiriman barang ke dalam atau luar negeri,” kata Ade.

Kendati demikian,menurut Ade kondisi perekonomian belum menentu sehingga berimbas pada bisnis asuransi marine cargo ini.Dia mengatakan kenaikan portofolio pada lini bisnis marine cargo belum terjadi.

Sepanjang 2017,pihaknya memproyeksikan dapat menumbuhkan pendapatan premi sebesar 16%.Secara nominal premi yang ingin dikejar senilai Rp339 miliar. Menurutnya bisnis asuransi masih melambat lantaran kondisi perekonomian yang tidak menentu.

Dia mengatakan peningkatan produksi pada lini bisnis properti masih menjadi penopang utama terhadap kontribusi premi atau sebesar 50%, sedangkan marine cargo sekitar 10%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan dengan adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,2%, pihaknya optimistis asuransi lini bisnis marine cargo dan juga marine hull dapat meningkat.

Julian memproyeksikan pertumbuhan industri asuransi lini marine hull dapat mencapai 10%-15%, sedangkan untuk marine cargo sebesar 5%.

Menurutnya, prospektif marine hull akan lebih menonjol dibandingkan dengan marine cargo lantaran selaras dengan program Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan sektor maritim, seperti pembangunan tol laut.

“Ini dapat memberikan dampak peningkatan permintaan kapal baru, kemudian otomatis kapalnya itu diasuransikan,” katanya.

Selain itu, Dia mengatakan dengan adanya peningkatan ekonomi juga dapat mendorong mobilitas barang cargo, sehingga dapat meningkatkan kontribusi premi dari lini marine cargo.

Sumber : finansial.bisnis.com