Nilai Transaksi Pasar Modal di Sulsel Capai Rp 6,9 T

02 Mar 2018, 17:15

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) mencatat pertumbuhan industri pasar modal di Sulawesi Selatan tumbuh signifikan di tahun 2017.

Dalam pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar kemarin di Hotel Singgasana, jumlah investor saham mencapai 8.867 investor, tumbuh 18,65% dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,95 triliun.

Dipaparkan Kepala OJK Regional 6 Sulampua Zulmi, dalam rangka mendorong peningkatan peran pasar modal untuk pembiayaan pembangunan ekonomi daerah, pada tahun 2018, OJK akan melanjutkan upaya koordinasi untuk mendorong penerbitan obligasi daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Saat ini, Pefindo sedang melakukan analisis awal untuk penetapan rating keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kami juga akan fokus melanjutkan upaya sosialisasi dan asistensi kepada perusahaan lokal yang potensial untuk memanfaatkan pendanaan dari pasar modal melalui IPO (Initial Public Offering)," katanya kepada 300 tetamu undangan yang hadir.

Searah dengan industri pasar modal, OJK juga mencatat industri keuangan non bank terus tumbuh dengan baik. Aset Dana Pensiun tumbuh 7,28%, piutang Perusahaan Pembiayaan tumbuh 8,31%, aset Modal Ventura tumbuh 19,67%.

Sementara itu, di sektor asuransi agribisnis telah meng-cover 12.317,85 hektar sawah, 11.594 ekor sapi, dan 47.755 nelayan.

Zulmi menambahkan, selama tahun 2017, Kantor OJK Regional 6 Sulampua bersama Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) telah berkoordinasi secara intensif untuk percepatan akses keuangan pada pelaku usaha di sektor unggulan daerah.

Utamanya di sektor pertanian arti luas, termasuk perikanan dan industri pengolahan. "Dapat kami laporkan bahwa program fasilitasi akses kredit binaan Pemda di sektor pertanian telah direalisasikan oleh 4 bank partner TPAKD," katanya.

Dengan keberhasilan program TPAKD tersebut, penyaluran kredit industri perbankan pada sektor pertanian dan sektor perikanan berhasil tumbuh sangat tinggi 32,22% dan 38,87%, tertinggi setelah penyaluran kredit di sektor perantara keuangan 45,39%.

Dalam pelaksanaan program TPAKD tersebut, telah dikembangkan program pembiayaan klaster UMKM nelayan di Desa Boddia, Kabupaten Takalar dengan skim kredit berbunga murah 8% tanpa agunan tambahan. (*)

Sumber : makassar.tribunnews.com/2018/01/31/nilai-transaksi-pasar-modal-di-sulsel-capai-rp-69-t