OJK Bakal Terapkan Batas Atas & Bawah untuk Biaya Premi Asuransi Mobil

27 Apr 2017, 14:46

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat akan mensosialisasikan aturan tentang penetapan tarif premi atau kontribusi pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor tahun 2017 kepada para stakeholder asuransi dan broker. Aturan ini tercantum dalam surat edaran OJK nomor 6/SEOJK/05/2017.

“Kami sosialisasikan karena melihat selama ini tidak ada batasan jelas dalam penetapan premi asuransi antara usaha asuransi satu dengan lainnya. Ini menimbulkan munculnya perang tarif premi,” kata Kepala OJK Jabar, Sarwono di Bandung, Selasa (18/4) lalu. Lewat edaran tersebut nantinya OJK akan menetapkan besaran tarif batas atas dan batas bawah bagi perusahaan asuransi dalam menentukan besaran nominal premi.

Di samping itu, akan diatur pula perluasan jaminan asuransi sebagai layanan tambahan yang menarik bagi konsumen. “Ada perluasan asuransi misalnya asuransi kebanjiran, bancana alam, kerusuhan dan lainnya. Termasuk menanggung proses hukum pengendara. Ini tentunya menarik konsumen, namun ada biaya tambahan sehingga harus diatur,” paparnya.

Sarwono menjelaskan bahwa selama ini OJK banyak memperoleh keluhan dari masyarakat perihal pelayanan yang diberikan oleh jasa asuransi kendaraan, mulai dari lambatnya pembayaran premi, terhambatnya proses akuisisi, dan biaya premi yang dianggap sangat mahal.

Perusahaan asuransi di Indonesia umumnya menawarkan 2 jenis perlindungan, yaitu TLO (Total Loss Only) atau All Risk (Comprehensive). Keduanya memiliki manfaat dan besaran biaya yang berbeda. Untuk asuransi mobil TLO akan memberi ganti rugi jika mobil konsumen mengalami kerusakan sebesar 75% atau kerusakan berat.

Biayanya pun relatif lebih murah karena tidak akan mencakup jaminan perlindungan untuk kerusakan kecil seperti baret, penyok, atau sebagainya.

Sementara itu All Risk akan memberi perlindungan secara menyeluruh untuk kerusakan ringan maupun berat. Tapi tentu saja konsekuensinya biaya premi yang dibayarkan pun relatif lebih mahal dibanding asuransi TLO.

Sebagai contoh mobil Toyota Grand New Avanza tahun 2017 biaya premi asuransi per bulan untuk jenis TLO berkisar antara Rp 770 ribuan hingga Rp 1 jutaan per tahun. Sedangkan untuk tipe All Risk biayanya mencapai Rp 3,7 jutaan hingga Rp 6 jutaan per tahun.

Sumber : kursrupiah.net/ojk-bakal-terapkan-batas-atas-bawah-untuk-biaya-premi-asuransi-mobil/9176/