OJK Catat Potensi Premi Asuransi Rp190 T

27 Oct 2015, 09:15

JAKARTA - Bisnis industri asuransi di Indonesia cukup berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Demikian disampaikan laporan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut laporan OJK, ada sekira USD14 miliar potensi premi asuransi umum yang belum tergarap atau tersentuh di Indonesia. Jumlah itu setara dengan Rp190,4 triliun (kurs Rp 13.600 per dolar AS).

Demikan laporan dari Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani saat konferensi Peluncuran Buku 'Selami Asuransi Demi Proteksi Diri' di gedung OJK, Jakarta, Senin (26/10/2015).

"Ada potensi premi USD14 miliar asuransi umum yang belum tergarap di Indonesia. Jadi ini menggambarkan potensi pengembangan industri asuransi masih sangat besar," sebutnya.

Menurut Firdaus, ada beberapa kendala untuk mengembankan bisnis maupun sumbangan industri asuransi bagi PDB Indonesia, karena penetrasi pasar masih cukup rendah mengingat kurangnya pengetahuan maupun kesadaran masyarakat menggunakan jasa asuransi untuk kesehatan, investasi dan lainnya.

"Mungkin karena income per kapita masih rendah, masyarakat Indonesia belum menjadikan asuransi sebagai kebutuhan utama. Asuransi masih dianggap kebutuhan sekunder, bahkan tersier atau barang mewah. Jadi kami terus melakukan pendalaman pasar keuangan kepada masyarakat," jelasnya.

Dijelaskan Firdaus, peran industri keuangan non bank (IKNB) dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) relatif rendah sehingga masih belum mendapat perhatian dari masyarakat.

"Industri asuransi berkembang sangat pesat dibanding negara ASEAN lain. Tapi karena perannya belum besar daripada industri keuangan lain, jadi kelihatannya belum signifikan," kata Djaelani.

Djaelani menjelaskan, angka pertumbuhan industri ini masih belum signifikan, padahal PDB sudah masuk 16 besar dunia. Namun, potensi bisnis asuransi umum di Indonesia sangat besar.

(rzy)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2015/10/26/457/1238392/ojk-catat-potensi-premi-asuransi-rp190-t