OJK Dorong Industri Asuransi Masuk ke Sektor Infrastruktur

20 Mar 2017, 09:08

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri asuransi yang memiliki dana kelola cukup besar untuk mempertimbangkan untuk menempatkan dananya ke sektor infrastruktur selain ke sejumlah instrumen keuangan lainnya. Itu bisa dilakukan dengan pembelian saham di lantai bursa, surat berharga atau obligasi.

"Total dana yang dikelola industri asuransi cukup besar, mencapai Rp 1.000 triliun. Meski bukan dana menganggur, tapi tidak ada salahnya industri asuransi itu berinvestasi di bidang infrastruktur," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKBN) OJK , Firdaus Djaelani dalam diskusi Media Asuransi di Jakarta, Kamis (16/3).

Menurutnya, pihaknya  telah memfasilitasi pertemuan antara pengelola dana, yakni pihak asuransi dengan sejumlah  usaha karya yang banyak melakukan pengembangan infrastruktur.

Dana milik sejumlah perusahaan asuransi sangat cocok untuk di investasikan pada pengembangan infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan besar dengan jangka waktu yang panjang.

Dalam pertemuan yang difasilitasi OJK itu, industri asuransi bisa bertanya lebih jauh mengetahui proyek apa saja yang jadi peluang investasi dan apa resiko yang harus di hadapi.

"Kami hanya sebagai fasilitator untuk mempertemukan usaha karya dengan industri asuransi," katanya.

Indonesia yang tengah giat melakukan pengembangan infrastruktur membutuhkan pembiayaan yang besar. Selain dari APBN, pengembangan infrastruktur juga diharapkan dari swasta.

Karena itu, peran pemilik dana, naik perusahaan asuransi dan institusi pengelola dana lainnya sangat penting untuk menunjang pembiayaan infrastruktur yang membutuhkan dana besar dengan jangka waktu panjang.(nas/JPG)

Sumber : www.jawapos.com/read/2017/03/17/116735/ojk-dorong-industri-asuransi-masuk-ke-sektor-infrastruktur