OJK Dorong Industri Keuangan Optimalkan Kontribusi Ekonomi Daerah

20 Feb 2017, 13:43

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara, mendorong industri keuangan termasuk di antaranya perbankan di Bali untuk mengoptimalkan kontribusi kepada daerah untuk meningkatkan ekonomi tahun ini.

"Kontribusi sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan ketahanan dan stabilitas sistem keuangan," kata Kepala Regional VIII OJK Bali dan Nusa Tenggara, Zulmi, Kamis (16/2/2017).

Zulmi mengatakan selain mendorong pertumbuhan ekonomi, industri jasa keuangan juga didorong meningkatkan daya beli masyarakat dan pemerataan pendapatan masyarakat. Sehingga, lanjut dia, bisa membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dengan fokus mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Untuk itu, dia melanjutkan OJK telah menyiapkan inisiatif untuk lebih mengoptimalkan program kerja yang telah digagas industri jasa keuangan bersama pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam rangka inklusi keuangan.

Menurutnya, program yang perlu dioptimalkan itu di antaranya seperti layanan keuangan tanpa kantor atau Laku Pandai, Simpanan Pelajar atau Simpel, dan Asuransi Tani dan Ternak.

Selain itu, pelayanan penjaminan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), modal ventura, dan pengembangan pembiayaan oleh perusahaan non-bank.

"Kami juga imbau pelaku perbankan untuk tetap berinovasi untuk meningkatkan likuiditas," kata Zulmi.

Diyakini, dengan terjaganya likuiditas perbankan maka penyaluran kredit kepada masyarakat khususnya UMKM juga meningkat. Selama tahun 2016, realisasi kredit secara umum di Bali naik 9,5 persen dari Rp71,1 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp77,9 triliun.

sumber :netralnews.com/news/ekonomi/read/55888/ojk.dorong.industri.keuangan.optimalkan.kontribusi.ekonomi.daerah