OJK Ingatkan Masyarakat Ikut Asuransi Karena Kebutuhan

18 Jul 2016, 10:44

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak iming-iming maupun ikut-ikutan asuransi jika tidak ingin rugi dikemudian hari nantinya. Masyarakat dipersilahkan memiliki asuransi sesuai kebutuhan dan tidak mudah tergoda maupun terbujuk dengan iming-iming tidak masuk  akal.

"Yang sesuatu iming-iming tidak normal biasanya ada sesuatunya, makanya kita harus waspada. Kalau pasar memberikan ‘X’ berlebih, coba diselidiki lagi dan bertanya kepada pihak yang lebih kompeten," ujar Kepala OJK DIY, Fauzi Nugroho kepada KRjogja.com di kantornya.

Menurut Fauzi, masyarakat memilih asuransi harus menyesuaikan dengan kebutuhan apakah untuk pendidikan atau investasi maupun asuransi umum. Apabila tidak memprioritaskan sesuai kebutuhan, masyarakat akan mendapatkan kesan mahal, sehingga ikut asuransi harus mempunyai pertimbangan sesuai kantong masing-masing.

"Jika punya niat ikut asuransi, nasabah harus memahami dulu kebutuhannya. Pointnya nasabah tidak ikut-ikutan dan tidak terjebak iming-iming yang memamg dikemudian hari malah merugikan," tandas Fauzi.
Dalam pengawasan dan perlindungan konsumen, OJK DIY bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kopersi dan UMKM, BKPM disamping pihak kepolisian maupun Bank Indonesia (BI) serta Kanwil Kemenag akan membentuk Satuan Petugas (Satgas) investasi pada Agustus 2016 nantinya. Satgas ini lebih fokus pada pengaturan pengaduan yang sifaitnya pengaduan.

Semisal kasus salah satu perusahaan asuransi jiwa saat ini telah diawasi sebelum OJK terbentuk yang akhirnya dipailitkan dan diselesaikan di pusat. Apabila nasabah atau konsumen mengeluhkan lembaga keuangan atau non lembaga keuangan yang berpusat di DIY bisa diselesaikan di tingkat OJK setempat, apabila di Jakarta akan tetap diteruskan ke pusat.(R-4)

askrida | Sumber : krjogja.com/web/news/read/2712/OJK_Ingatkan_Masyarakat_Ikut_Asuransi_Karena_Kebutuhan