OJK Jangan

OJK Jangan

22 Feb 2019, 14:26
OJK Jangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta tak 'buang badan' terkait kasus gagal bayar yang hingga kini masih dihadapi salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia.

"OJK itu buang badan ke perusahaan tersebut. Cuci tangan dan tidak ada sense of crisis-nya. Artinya dia menganggap (gagal bayar) itu hal yang biasa dan diulangi," ujar pengamat asuransi, Irvan Rahardjo.

Irvan mengungkapkan, sejak diambil alih OJK pada akhir 2016, tak banyak perubahan yang terjadi pada kondisi keuangan perusahaan tersebut. Bahkan, kata mantan komisaris perusahaan ini, sejak dibentuk pengelola statuter, aset perusahaan mengalami penyusutan dari Rp8 triliun menjadi Rp4 triliun.

Begitu pun dengan upaya restrukturisasi dengan membentuk kerja sama strategis bernama Evergreen yang nyatanya gagal total dalam menerbitkan saham baru (right issue).

Hal tadi, tegas Irvan, seakan bertolak belakang dengan klaim Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso yang mengatakan bahwa upaya penyelamatan perusahaan tersebut sudah sesuai rencana (on track).

"Jadi, OJK sama sekali memang tidak memahami masalah dan mereka gagal paham," tegas Irvan.

Oleh karena itu, Irvan menegaskan, sudah seharusnya jajaran OJK secara serius membenahi kondisi keuangan perusahaan tersebut.

"Dia lupa bahwa selain punya fungsi pengawasan dan pengaturan, yang diabaikan fungsi ketiga, yaitu fungsi konsumen. Jadi, OJK sama sekali tidak melakukan affirmative action terhadap hak-hak konsumen," tegasnya.

Sumber : wartaekonomi.co.id/read214513/ojk-jangan-cuci-tangan-hadapi-kasus-asuransi