OJK Optimalkan IKNB Biayai Infrastruktur

23 Feb 2018, 11:06

Pembiayaan infrastruktur menggunakan pasar modal akan terus ditingkatkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada tahun ini. OJK juga siap memfasilitasi obligasi daerah yang akan diperjualbelikan di pasar modal.

”Pembangunan infrastruktur yang produktif seperti tol, lapangan terbang tidak hanya dari perbankan, tapi IKNB (industri keungan non bank) yang berasal dari pasar modal juga akan berperan,” ujar Kepala OJK Malang Widodo.

Peningkatan pasar modal akan digenjot pada sumber pendanaan bagi dunia usaha. Oleh karena itu, OJK akan mempermudah perusahaan untuk menyampaikan penawaran umum efek yang bersifat utang atau sukuk.

”Kami akan memberikan penyederhanaan persyaratan dokumen dan alur proses bagi perusahaan umum yang ditujukan kepada pemodal profesional,” terangnya.

Selain itu, OJK akan mendorong keterlibatan perusahaan penjamin dan asuransi dalam menyediakan produk jaminan untuk proyek infrastruktur. Jaminan tersebut untuk memberikan kepastian terhadap pembayaran kepada kontraktor maupun investor. Sementara asuransi dengan produk construction all risk juga bisa memberikan jaminan untuk kerusakan.

”Misalnya pembangunan tol Mapan (Malang–Pandaan) mengalami kerusakan seperti roboh, asuransi akan berperan di situ,” tambahnya.

Peran IKNB sendiri pada 2017 lalu, yakni telah menyalurkan total Rp 56,3 triliun untuk pembiayaan infrastruktur. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan pembangkit listrik sebesar Rp 31,8 triliun, pembanguann jalan tol Rp 12,7 triliun, hingga  pembangunan penyediaan air minum Rp 11,8 triliun.

Besarnya peran IKNB dalam pembiayaan infrastruktur membuat OJK mengeluarkan fasilitas obligasi untuk mempermudah sumber dana. ”Kami juga memfasilitasi untuk obligasi daerah kepada perusahaan daerah menengah ke bawah sehingga jangkauannya lebih banyak, tidak hanya perusahaan besar,” katanya.

Sumber : radarmalang.id/ojk-optimalkan-iknb-biayai-infrastruktur