OJK rilis aturan pemasaran produk asuransi

09 Jan 2016, 09:55

JAKARTA. Awal tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK sektor industri keuangan non bank (IKNB). Kali ini, OJK merilis aturan terkait produk asuransi dan pemasaran produk asuransi. POJK ini memperbaharui POJK sebelumnya yang dirilis akhir tahun lalu.

Ada tiga hal yang mendasari OJK merilis POJK dengan Nomor 23/POJK.05/2015 ini. Pertama, semakin banyaknya produk asuransi dan cara pemasaran yang beragam dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perusahaan asuransi, pemegang polis, tertanggung atau peserta.

Kedua, sebagai bagian dari penerapan tata kelola yang baik atau good corporate governance (gcg) dan menjaga praktik asuransi yang sehat pada perusahaan asuransi. Terakhir, meningkatkan akses masyarakat berpengasilan rendah serta mendukung perkembangan asuransi mikro.

Aturan yang dirilis OJK kali ini, secara lengkap menjelaskan kewajiban perusahaan asuransi memiliki produk asuransi yang terstandar.

Hal ini terinci dalam Bab II Pasal 3. Misalnya, secara umum OJK mewajibkan perusahaan asuransi harus memiliki produk asuransi yang sesuai dengan manfaat yang dijanjikan. Selain itu polis asuransi yang diterbitkan tidak mengandung kata, frasa atau kalimat yang menimbulkan penafsiran berbeda dan mempersulit pemegang polis mengurus haknya.

Sementara khusus untuk produk asuransi yang mengandung investasi harus memenuhi tiga kriteria. Antara lain: satu, memiliki proporsi perlindungan terhadap risiko kematian dan manfaat yang dikaitkan dengan investasi. Dua, memiliki masa pertanggungan tertentu. Tiga, memiliki startegi investasi spesifik.

Khusus untuk aturan proporsi perlindungan terhadap risiko kematian dan manfaat investasi selanjutnya akan diatur lagi dalam Surat Edaran (SE) OJK.

Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas OJK menjelaskan, POJK ini akan mempermudah industri asuransi mengeluarkan produk. "Mereka (perusahaan asuransi) akan lebih mudah mendapat persetujuan dari kami untuk pengeluaran produk baru," ujar Dumoly pada Kamis (7/1).


Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-rilis-aturan-pemasaran-produk-asuransi