OJK Rumuskan Aturan Asuransi Digital

03 Aug 2017, 11:24

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera merumuskan aturan mengenai teknologi keuangan (financial technology/fintech) di bidang perasuransian. Aturan itu diperlukan sejalan dengan bergesernya tren model bisnis asuransi dari model konvensional ke digital, mengikuti perubahan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat dinamis.

“Kami akan bertemu para pelaku bisnis di bidang asuransi untuk membahas, kira-kira regulasi seperti apa yang cocok diterapkan,” ujar Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Edy Setiadi pada acara penganugerahan penghargaan bagi perusahaan asuransi terbaik 2017 (Investor Best Insurance Award 2017) yang diselenggarakan majalah Investor, di Jakarta, Selasa (25/7) malam.

Menurut Edy, fenomena masuknya industri asuransi ke era digital tak terelakkan karena sudah menjadi tuntutan zaman. Disrupsi inovasi (disruptive innovation) sudah merambah berbagai lini bisnis di sektor jasa keuangan, termasuk asuransi.

“Sebagai contoh, tren pemasaran asuransi sekarang mulai bergeser ke internet atau portal dan aplikasi online. Tren perdagangan melalui portal dan aplikasi online atau e-commerce juga meningkat,” tutur dia.

Di sisi lain, kata Edy, perkembangan perusahaan fintech terus menggeliat. Setelah OJK mengeluarkan aturan melalui POJK No 77/POJK 01/2016 tentang Layanan Pinjam-Meminjam Uang Berdasarkan TI, jumlah perusahaan fintech yang mendaftar ke OJK meningkat. Pada awal Juni 2017, baru 25 perusahaan fintech yang mendaftar. Jumlah itu meningkat menjadi 50 perusahaan pada akhir Juni 2017.

"Kalau lewat Juni 2017, pengurusan izinnya harus ke Kemenkominfo juga," ucap dia. (az)

Sumber : id.beritasatu.com/home/ojk-rumuskan-aturan-asuransi-digital/163168