OJK standardisasi polis asuransi

OJK standardisasi polis asuransi

09 Jan 2016, 09:50
OJK standardisasi polis asuransi

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis peraturan tentang produk asuransi dan pemasaran asuransi. POJK ini memperbaharui aturan main sebelumnya.

Ada beberapa poin penting dalam POJK Nomor 23/POJK.05/2015 tersebut. Pertama, soal standardisasi isi polis asuransi yang diterbitkan perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum. Polis asuransi semisal harus memuat pemberlakuan pertanggungan, uraian manfaat dan cara pembayaran premi.

Tidak ketinggalan, tenggang waktu pembayaran premi dan pencantuman kurs yang digunakan bila polis asuransi memakai mata uang asing, wajib dimuat di dalam polis. Isi polis juga wajib mencantumkan syarat dan penyebab penghentian pertanggungan asuransi, baik oleh perusahaan maupun pemegang polis.

Tata cara pengajuan klaim termasuk bukti pendukung juga diwajibkan tertulis di polis asuransi.

Kedua, perusahaan asuransi juga wajib menulis polis asuransi yang dapat dibaca dan mudah dimengerti oleh pemegang polis. Polis asuransi yang diterbitkan tidak boleh mengandung kata, frasa atau kalimat yang menimbulkan penafsiran berbeda dan mempersulit pemegang polis mengurus haknya.

Ketiga, OJK juga mewajibkan perusahaan asuransi mengevaluasi kinerja produk. Pemantauan atas kinerja setiap produk dapat dilakukan lewat evaluasi produk, profit serta efek dari dampak produk terhadap modal.

Evaluasi pemantauan kinerja produk asuransi ini dilakukan secara periodik oleh aktuaris perusahaan. Nah hasil evaluasi ini bisa digunakan untuk rekomendasi kepada perusahaan apakah melanjutkan, mengubah produk atau menghentikan pemasaran.

Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas OJK bilang, bila standardisasi produk asuransi itu dipenuhi, OJK akan mempermudah asuransi dalam mengeluarkan produk. "Mereka akan lebih mudah mendapat persetujuan dari kami untuk pengeluaran produk baru," kata dia, kemarin.

Yasril Y. Rasyid, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Togar Pasaribu, Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yakin, standardisasi ini dapat diikuti perusahaan.

Mereka menilai, standardisasi ini memudahkan perusahaan asuransi membuat polis asuransi.

Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-standardisasi-polis-asuransi