One Stop Financial Services Wajib dimiliki Asuransi

27 Oct 2016, 14:41

Industri asuransi memilih meningkatkan kemitraan strategis untuk memenuhi ekspektasi konsumen menjadi one stop financial services.

seperti yang dilansir oleh bisnis.com, Wianto Chen, Agency & Marketing salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia menuturkan membangun layanan keuangan terintegrasi harus berpatokan pada tingkat efisiensi dan jangkauan bisnis. Untuk itu, kata dia, perusahaan akan memilih memenuhi ekspektasi konsumen ini dengan menggandeng banyak mitra strategis.

"Tentu konsumen lebih senang memilih satu tempat seperti supermarket yang semuanya ada, tapi dari sisi perusahaan harus dilihat secara bisnis,". Perusahaan asuransi akan menambah mitra strategis jika di dalam grupnya belum ada layanan yang dibutuhkan konsumen. Contoh biasanya konsumen menginginkan asuransi umum dan jiwanya terintegrasi. "Untuk memenuhi itu kami melakukan co-insurance," katanya.

Co-insurance biasanya membuat asuransi jiwa dan asuransi umum yang bekerjasama saling membagi bisnis. Dengan model ini bisnis dapat berkembang lebih cepat dan kompetitif menghadapi jenis asuransi konglomerasi yakni asuransi yang teringrasi dalam grup jasa keuangan.

Wianto menjelaskan pihaknya telah membekali para agen untuk dapat menjadi konsultan keuangan bagi calon nasabahnya tidak terbatas pada menjual polis. "Agen kami hingga akhir tahun berkisar 15.000 orang," katanya.

Nasabah industri asuransi memiliki kecendrungan untuk tidak loyal dengan perusahaannya. Pasalnya intensitas komunikasi agen dengan nasabah relatif rendah. Hal ini berbeda dengan jasa keuangan lain seperti perbankan, dimana nasabah sering berinteraksi dan memanfaatkan jasa bank. Untuk menjaga loyalitas nasabah itu, Bank merekomendasikan perusahaan asuransi harus menyediakan keuangan terpadu. Pola ini dapat berupa penyediaan beragam kebutuhan nasabah hingga membangun aplikasi yang mendorong seringnya nasabah berinteraksi dengan perusahaan. Pola ini dapat meningkatkan penjualan hingga 80%. Selain itu survei menemukan lebih dari 60% nasabah akan meningkat kesetiaannya kepada perusahaan.

Dalam kesempatan terpisah, Santosa, Direktur utama asuransi yang memiliki aplikasi pelayanan asuransi online, mengatakan membangun kedekatan dengan nasabah membuat perusahaannya lebih dari sekadar asuransi. Dia mengatakan aplikasi asuransi yang tertanam di ponsel pintar pemegang polis lebih banyak digunakan untuk memeriksa keberadaan stasiun pengisian bahan bakar, rumah sakit hingga kontak darurat.

Santosa mengatakan selain menyiapkan aplikasi untuk pelanggan, ia juga meningkatkan teknologi di dalam perusahaan. Para agen tidak lagi mesti selalu ke kantor. Aktifitas penjualan mulai dari tahap penawaran hingga purna jual diterapkan.(Editor : Gita Arwana Cakti)

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com/read/20161026/215/596071/asuransi-butuh-jadi-one-stop-financial-services