PAAI “Rumah” Agen Asuransi

01 Nov 2016, 15:53

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) secara resmi dirilis di Jakarta (28/10). Organisasi bagi para agen asuransi (agen) tersebut telah dideklarasikan bertepatan dengan Hari Asuransi pada 18 Oktober 2016 lalu. Secara legal PAAI sudah mengantongi Akte Notaris No 29, dari Notaris Rita Komaladewi, SH, MH, Magister Kenotariatan, di Tangerang pada 25 Januari 2016 dan mendapat ijin dari Departemen Hukum dan Ham pada 8 Maret 2016.

Ketua Umum PAAI Wong Sandy Surya mengatakan, setelah berhasil memperjuangkan pengenaan pajak final bagi agen, yang sebelumnya dikenakan pajak norma pada 2009, rupanya masih ada tantangan yang masih dihadapi agen. Ia menyebut beberapa hal yang saat ini menjadi perhatian PAAI dalam memperjuangkan kepentingan agen di antaranya menyangkut masalah pengenaan PPN, klaim di rumah sakit, serta masa tunggu agen.

“Para agen asuransi banyak yang tidak aware mengenai perlunya suatu wadah untuk memperjuangkan kepentingan agen. Karena itu kami bersama teman-teman yang menyadari hal ini mengajak agar aware terhadap masalah-masalah yang dihadapi agen. Rumah PAAI adalah rumah agen asuransi,” ujar Sandy.

Deputi Direktur Pengawasan Jasa Penunjang IKNB dan Administrasi OJK Supriyono mengatakan, sebagai regulator dan pengawas di bidang perasuransian, OJK sangat mendukung berdirinya satu perkumpulan dari apapun atau pihak manapun yang berkehendak untuk membangun industri ini.

“Kami sangat mendukung perkembangan profesi agen agar lebih bagus lagi, tapi harapannya nanti tidak hanya memperjuangkan agen saja, juga industri secara luas, dan lebih jauh lagi efeknya ke perlindungan customer. Membangun agen lebih profesional sehingga customer lebih terlindungi,” paparnya.

Menurutnya, secara regulasi agen merupakan wakil dari perusahaan asuransi sehingga segala tanggung jawab ada di perusahaan asuransi. OJK banyak mengawasi agen melalui perusahaan asuransi. “Karena konstruksi di UU 40 seperti itu, perkumpulan agen ini perlu berkoordinasi dengan asosiasi perusahaan asuransi yang mempekerjakan agen. Tentunya berkoordinasi dalam arti yang positif jadi tidak saling overlap, tapi saling mengisi,” lanjutnya.

Dalam hal terjadi persinggungan kepentingan antara wadah agen dan asosiasi perusahaan, regulator, lanjut Supriyono, berada di pihak yang netral. “Tentu (kami) akan melihat kepentingan yang lebih luas mana yang akan baik bagi industri ini. (Persinggungan) Itu harus dibicarakan dengan asosiasi yang sudah ada, saya rasa kalau mengambil posisi saling melengkapi tidak perlu ada benturan kepentingan,” ujarnya.

Menurut Sandy, saat ini sudah ada sekitar 5 ribuan agen yang bergabung bersama PAAI. Untuk bergabung menjadi anggota pun tidaklah terlalu rumit, hanya mereka yang tercatat sebagai agen dan memiliki lisensi dari AAJI/AAUI. Windarto/WDR | Majalah Investor

askrida | Sumber : www.beritasatu.com/ekonomi/395563-paai-rumah-agen-asuransi