Peluang dan Tantangan IKNB

27 Mar 2019, 13:39

Ahmad Nasrullah mengemukakan, terdapat peluang dan tantangan yang dihadapi IKNB. Pertama, rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia. Kedua, sumber daya manusia (SDM) di IKNB yang minim. Ketiga, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk IKNB. Keempat, pendanaan industri dana pensiun. Kelima, inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

"Pertama, secara umum pemahaman masyarakat dalam berasuransi masih tergolong rendah. Pelaku usaha perasuransian perlu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kepemilikan asuransi sebagai bagian dari perlindungan terhadap risiko usaha maupun risiko dari alam," papar dia.

Untuk SDM, menurut Ahmad, revolusi industri menyebabkan kebutuhan terhadap SDM berkeahlian mumpuni meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi SDM di IKNB adalah mengikutkan pengurus atau pegawai IKNB dalam pelatihan, seminar, atau sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan lembaga yang tersertifikasi.

“Ketiga, adanya isu-isu negatif yang beredar di masyarakat terkait produk, layanan, dan jasa IKNB membuat tingkat kepercayaan masyarakat berkurang terhadap produk IKNB,” tutur dia.

Untuk pendanaan dapen, menurut Ahmad Nasrullah, masih banyak pendiri yang tidak memenuhi komitmen dalam membayar iuran. Itu ditunjukkan adanya peningkatan jumlah piutang iuran yang signifikan, mencapai 66,61%. “Kami harap pengurus di industri dapen dapat menjalankan tugas dan kewajiban secara profesional," tandas dia.

Terakhir, kata Ahmad, IKNB perlu bersiap menghadapi revolusi industri, yaitu dengan melakukan digitalisasi produk dan layanan keuangannya. Namun demikian, proses digitalisasi dimaksud harus dilaksanakan dengan manajemen risiko yang baik. Soalnya, proses dimaksud akan menimbulkan risiko baru dalam operasional IKNB.

“Oleh karena itu, bagi IKNB yang akan melakukan proses digitalisasi perlu mengadakan pelatihan, coaching, job training, dan pendidikan terus-menerus bagi SDM yang memahami proses dan mekanisme, serta pengamanan digitalisasi,” ujar dia.

Dia menambahkan, dengan adanya tantangan dan peluang bagi IKNB tersebut, OJK menyiapkan rencana regulasi, seperti review terhadap tarif premi pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor. Langkah lainnya adalah menertibkan peraturan OJK tentang tata kelola dapen.

“Kecuali itu, OJK membuat kerangka pengaturan dalam mendorong inovasi dan perlindungan konsumen terkait fintech lending. Kami juga membuat regulasi terkait dengan digitalisasi produk dan layanan IKNB,” ucap dia.

Sumber : id.beritasatu.com/home/peluang-dan-tantangan-iknb/186644