Penerima Asuransi Nelayan, Keluarga Manfaatkan untuk Kebun Lada Hingga Biayai Kuliah Anak

28 Dec 2018, 16:28

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Sapran bersama stafnya turun langsung meninjau kebun milik keluarga Chalid, Sabtu (22/12/2018) di Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Meskipun harus melewati jalan setapak dan semak-semak dan hutan sejauh kurang lebih tiga hingga empat kilometer dari jalan aspal semangat mereka tidak surut untuk melihat langsung manfaat penerima asuransi nelayan tersebut. Diakui Ahmad Sapran dari lima orang penerima dana klaim asuransi nelayan yang diberikan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia yang sempat dipantau pihaknya baru dua orang.

Pertama, keluarga Almarhum Chalid di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, penerima dana klaim asuransi nelayan sebesar Rp 160 juta. "Uang asuransi tersebut sudah dipergunakan untuk membiayai kebun lada 3.000 batang, membiayai kuliah anaknya sudah masuk semester tiga, beli kapal motor tempel untuk menangkap ikan," jelas Ahmad Sapran, Senin (24/12/2018).

Menurutnya kebun lada yang dimiliki keluarga Chalid sudah menghasilkan dua ton. "Dalam perbicangan dengan ahli waris kebun lada tersebut sudah panen satu kali dengan hasilnya dua ton," kata Ahmad Sapran. Selain itu juga masih ada sisa dana asuransi ditabung di bank yang buku tabungannya disimpan oleh anak Chalid.

Kedua, keluarga almarhum Zulkasih di Desa Penyusuk Kecamatan Belinyu, yang menerima dana klaim asuransi nelayan sebesar Rp 160 juta. "Uangnya sudah dimanfaatkan untuk rehab bagan, beli kapal motor, dan untuk membiayai kuliah anak ahli waris di Akper Pangkalpinang," ungkap Ahmad Sapran.

Menurutnya dari informasi yang mereka peroleh dari pihak keluarga Zulkasih, dari bagan setiap tahunnya mendapatkan hasil sebesar Rp 60 juta, dan sudah berproduksi mulai tahun 2017 dan tahun 2018. Dari hasil usaha tersebut keluarga Zulkasih sudah memiliki tabungan sebesar Rp 121,5 juta.

Ia berharap, agar para ahli waris yang menerima dana klaim asuransi nelayan sebanyak lima orang dengan total dana klaim sebesar Rp 800 juta. Setiap ahli waris menerima dana sebesar Rp 160 juta. "Kami berharap para ahli waris dapat mengelola dan memanfaatkan dana tersebut semaksimal mungkin untuk dua hal. Pertama untuk kelangsungan usaha keluarga sesuai bakat dan keahliannya masing-masing. Kedua untuk kelangsungan pendidikan anak-anak almarhum penerima dana klaim asuransi nelayan dimaksud," kata Ahmad Sapran.(*)

Sumber : bangka.tribunnews.com/2018/12/24/penerima-asuransi-nelayan-keluarga-manfaatkan-untuk-kebun-lada-hingga-biayai-kuliah-anak