Penganugerahan Infobank Digital Brand Award 2016

12 Apr 2016, 10:52

Pada tanggal 5 April 2016, ASKRIDA diundang menghadiri Seminar dan Penganugerahan Infobank Digital Brand Award 2016 di Hotel Le Meridien Jakarta. Seminar setengah hari ini mengangkat tema seputar branding perusahaan di industri keuangan menggunakan media online serta kaitannya dengan cybercrime. Hadir dalam seminar tersebut tiga narasumber, masing-masing adalah Ibu Maika Handini (Axa Mandiri), Ibu Nathalya Wani Sabu (Head of Halo BCA), dan Kombes Pol Agung Setya (Wadir Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri).

Dalam kesempatan itu Kombes Pol Agung Setya meminta perusahaan jasa keuangan untuk meningkatkan kepedulian dalam pengembangan Teknologi Informasi, sekaligus kewaspadaan kepada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba mencuri manfaat.

“Perusahaan atau khusunya bank harus menyiapkan extra budget untuk meningkatkan cyber security-nya, agar mereka dapat mengantisipasi kejahatan dunia maya tersebut,” Paparnya.

Menurut beliau, sejauh ini ada beberapa jenis kejahatan cybercrime yang terjadi di perbankan nasional.

  1. Akses ilegal yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dunia maya tersebut dengan masuk kedalam akses komputer para nasabah bank.
  2. Memalsukan data yang tersimpan melalui internet.
  3. Memanfaatkan jaringan internet untuk memata-matai.
  4. Kejahatan yang ditujukan terhadap data pribadi yang tersimpan dalam komputer, seperti PIN, Nomor Rekening.
  5. Melakukan transaksi dengan kartu kredit atau debit milik orang lain

Maraknya kejahatan dunia maya di industri perbankan akhir-akhir ini,telah berdampak ke bisnis bank, seperti berkurangnya kepercayaan para nasabah terhadap bank tertentu, bahkan lebih jauh kepada industri perbankan secara umum (risiko reputasi).

Sudah saatnya Industri Perbankan menaruh perhatian yang lebih pada perbaikan infrastruktur Teknologi Informasi. Hal yang sama juga dapat menjadi momentum perbaikan bagi industri keuangan non bank.

Meskipun Indonesia sudah memiliki aturan terkait transaksi perbankan di dunia maya, yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor: 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, Namun tetap saja, keamanan transaksi secara online harus dimulai dari kepedulian setiap pihak, termasuk industri sebagai penyedia layanan, dan kita, masyarakat, sebagai pengguna.