Pengawasan Lembaga Keuangan di Era StarTrek (2)

24 Jan 2018, 14:12

Bagaimana menilai karakter seorang calon debitor melalui penggunaan media sosial sehingga bisa menghasilkan credit scoring adalah hal yang tidak terpikir sebelum maraknya media sosial. Penggantian kartu kredit dengan hanya menempelkan smartphone kita tentu hal yang luar biasa. Layanan jasa keuangan telah dan akan selalu berubah bentuk. Teknologi mendorong adanya StarTrek di bidang keuangan dengan bertumbuhnya yang disebut teknologi finansial (TekFin).

Tanggapan Pengawas

Dengan mencermati perubahan yang ada di sektor keuangan ini, apakah pengawas lembaga keuangan akan tetap seperti ini? Bagaimana apabila lembaga keuangan yang ada itu benar-benar terdisrupsi dan menurun volume usahanya? Apakah dengan penurunan volume usaha pada lembaga keuangan tradisional dan membengkaknya skala usaha perusahaan TekFin kemudian hitung-hitungan risiko sistemik di sektor keuangan menjadi berubah?

Daftar pertanyaan ini yang harus dijawab dan masih bisa dipanjangkan lagi daftar tersebut apabila mau. Yang jelas regulator dan pengawas lembaga keuangan harus siap dalam menghadapi arus global perkembangan TekFin. Regulator dan pengawas tidak bisa tinggal diam dan abai terhadap fenomena ini karena mengacu ke pasar China misalnya di mana semula dilakukan pendekatan pengawasan diserahkan kepada pasar, ternyata harus menghadapi kenyataan pahit penutupan ribuan perusahaan TekFin yang gagal di pasar. Tentu hal ini juga akan mengganggu stabilitas keuangan. Belajar dari kesalahan tersebut, sejak 2015 regulator di China sudah melakukan regulasi terhadap TekFin.

Sejak mulai jadi pengawas lembaga keuangan sekitar 20 tahun yang lalu, tidak pernah tebersit di benak kita bahwa akan meregulasi dan mengawasi "robot" dalam bentuk sebuah program canggih yang bisa memberikan nasihat investasi dan perdagangan saham. Bahkan sang "robot" ini bisa melakukan perdagangan otomatis. Atau tidak pernah terbayangkan ketika kita melakukan visitasi di lapangan ke kantor cabang bank, ternyata yang ditemui adalah mesin ATM canggih dan tidak ada petugas bank yang membantu melakukan transaksi. Hal ini bisa terjadi karena kita melakukan on-site visit ke sebuah digital branch.

Banyak cara pandang dan cara kerja pengawasan yang harus disesuaikan dengan adanya perkembangan teknologi dan inovasi di sektor keuangan ini. Pendekatan lama masih akan bisa diterapkan, tapi tentu saja dengan beberapa penyesuaian. Sikap regulator dan pengawas lembaga keuangan ke depan harus TANGKAS yang berarti sebagai berikut.

Tanggap terhadap perubahan teknologi dan risiko yang berkembang dengan adopsi teknologi di lembaga keuangan.

  • Gradasi pendekatan diperlukan mengingat skala usaha TekFin berbagai macam. Untuk TekFin yang masih kecil, kadar pengawasan sederhana. Namun untuk TekFin yang besar sudah harus menggunakan pendekatan formal kelembagaan.
  • Koordinasi merupakan kata kunci dari pengawasan lintas disiplin ilmu dan lintas platform antar lembaga/otoritas terkait di dalam negeri dan luar negeri.
  • Aktif berdiskusi dengan lembaga TekFin yang diawasi dalam rangka proses diskusi dan belajar (sandbox approach).
  • Senantiasa menyesuaikan pengaturan yang bisa mendukung kedua belah sisi, yaitu inovasi dan kehati-hatian.

Kehidupan ke depan akan lebih berwarna dan berbeda dengan yang pernah kita jalani sebelumnya. Untuk menghindari kegagapan, kita perlu melebarkan horizon dan visi kita jauh ke depan dan bersikap lebih antisipatif. Kita juga harus berani seperti misi StarTrek yang kurang lebih berbunyi: to explore strange new worlds, to seek out new life and new civilizations, to boldly go where no man has gone before.

Sumber : nasional.sindonews.com