Pengertian Asuransi di Indonesia

05 Nov 2015, 09:00

Sebelum Me-asuransikan objek pertanggungan anda ada baiknya anda mengetahui apa itu “asuransi” / Pengertian Asuransi, agar tida ada salah paham mengenai asuransi. Banyak masyarakat beranggapan bahwa Asuransi itu dapat menanggung semua kejadian, pada dasarnya tidak semua kejadian dapat diCover atau diAsuransikan.

Baiklah langsung saja kita bahas apa itu pengertian asuransi :

Pengertian Asuransi Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992

Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kerugian keuangan tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum, ayng timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Pengertian Asuransi Menurut KUH Dagang 
Asuransi adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi, untuk memberikan penggantian kerugian keuangan kepadanya atas suatu kerusakan, kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akandideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu

diatas merupakan sebagian dari pengertian Asuransi yang dimana kita telah masuk ke dalam undang-undang Hukum Indonesia. well.. setelah kita mengetahui apa itu pengertian asuransi menurut undang undang negara Indonesia, kita perlu tahu apa saja yang diAsuransikan atau apa saja objek yang dapat diasuransikan/dicover. Berikut penjelasannya ;

Resiko-resiko yang dapat diasuransikan (insurable risks) pada umumnya memenuhi kriteria sbb:

Dapat dinilai dengan uang (financial value)
Sesuatu yang diasuransikan harus dinilai dengan uang, karena pada dasarnya asuransi menyediakan pembayaran sejumlah uang.
Nilai sentimentil harus diubah atau dinyatakan dalam nilai uang
Dalam asuransi jiwa, nilai uang atas nyawa yang dipertanggungkan ditetapkan berdasarkan kemampuan membayar premi.
Risiko murni (pure risks only)
Secara umum risiko yang dapat diasuransikan hanyalah risiko murni, tetapi tidak berarti semua risiko murni dapat diasuransikan
Risiko spekulatif, yang berdampak untung, umumnya tidak insurable, karena apabila diasuransikan menjadi tidak ada upaya meraih keuntungan dan hanya akhirnya mengajukan klaim.
Jenis risiko yang sama (homogenous exposures)
Jenis risiko harus sama, dalam jumlah besar, dengan alasan:
– Pengukuran risiko berdasarkan probabilita dan statistik pengalaman lampau;
– Jika exposure itu hanya 3 atau 4, maka kontribusinya menjadi besar, sedangkan jika exposurenya semakin banyak, maka kontribusi akan semakin kecil.
Risiko partikular dan fundamental (particular and fundamental risks)
– Semua risiko partikular pada umumnya memenuhi kriteria insurable risk, sedangkan fundamental risk tidak demikian
– Fundamental risk misalnya perubahan kebiasaan, peperangan, inflasi
– Fundamental risk dari keadaan alam seperti badai, gempa bumi, dapat juga diasuransikan, tetapi tergantung pada letak geografi objek yang diasuransikan.
Kejadian yang tidak pasti (fortuitous)
– Tidak ada kepastian timbul kerugian atau tidak timbul kerugian. Jika kejadian/kerugian pasti, maka menjadi uninsurable, sedangkan bial tidak pasti maka insurable
– Dalam asuransi jiwa, di mana kematian adalah sesuatu yang pasti, tetapi yang tidak
pasti adalah mengenai waktu dan itulah yang insurable.
Kepentingan asuransi (insurable interest)
Pihak yang mengasuransikan harus memiliki kepentingan asuransi, yaitu akan mengalami kerugian keuangan atas kejadian yang diasuransikan.
Tidak melawan kepentingan umum (not against public policy)
– Jenis risiko akibat perbuatan melawan kepentingan umum tidak dapat diasuransikan
– Denda akibat melanggar peraturan, tidak dapat dibayar dengan asuransi
– Barang hasil curian tidak dapat diasuransikan
Premi harus wajar (reasonable premium)
– Premi harus dalam jumlah yang wajar terhadap kemungkinan kerugian
– Risiko yang menimbulkan kemungkinan kerugian besar sehingga premi harus besar pula tidak lagi menjadi insurable.

Sumber: http://loperonline.com/pengertian-asuransi/