Peningkatan Konsumsi Wisata Tumbuhkan Optimisme

06 Apr 2018, 17:02

Berdasarkan data Bank Indonesia, angka wisatawan Indonesia yang berkunjung ke luar negeri mencapai 6,4 juta pada 2010 dan terus melonjak hingga 9 juta pada tahun lalu. Hal tersebut menjadi angin segar bagi pemasar asuransi perjalanan.

Chief Operating Officer salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, Eric Nemitz mengatakan meski pendapatan premi dari asuransi perjalanan terhitung jauh lebih kecil dari produk perlindungan lain, namun ia melihat pasar di Indonesia cukup menjanjikan.

"Kami pikir Indonesia sedang berkembang dalama industri wisata, sejalan juga dengan asuransi perjalanan," kata Eric di Jakarta.

Produk tersebut, sejak dipasarkan Desember 2016 hingga 31 Januari 2018, baru mengantongi premi sebesar Rp800 juta dengan kurang lebih 1.000 polis.

Eric mengatakan total pendapatan premi tahun lalu mencapai Rp1,6 triliun, dengan portofolio didominasi asuransi properti sebesar 46,5%, kendaraan bermotor 34,3%, kelautan 5,8%, teknik 5,9%, dan kesehatan 5,1%.

Ia melanjutkan pendapatan premi asuransi perjalanan jika dibandingkan dengan asuransi properti bisa ribuan kali lebih rendah. Hal itu, lanjut dia, murni karena harga asuransi perjalanan jauh lebih murah dan hanya memberikan perlindungan untuk satu kali perjalanan.

Namun demikian, aktivitas konsumen asuransi perjalanan di Indonesia menembus presentase 20%. "Sebanyak 20% dari aktivitas pelanggan kami datang dari asuransi perjalanan,"ujarnya.

Melihat tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan wisata khususnya ke mancanegara, Eric berpendapat perlu adanya edukasi dan sosialisasi masif mengenai pentingnya asuransi perjalanan selama berpelesir.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe menambahkan produk asuransi yang banyak dipasarkan saat ini utamanya didorong oleh tingginya minat masyarakat berpelesir ke luar negeri. "Yang menarik adalah pemanfaatan digital channel dalam memasarkan travel insurance," ujarnya.

Pemasaran produk melalui digital channel dan online diharapkan akan memperbesar penetrasi produk asuransi perjalanan pada industri pariwisata Indonesia.

Sumber : finansial.bisnis.com/read/20180304/215/745792/asuransi-perjalanan-peningkatan-konsumsi-wisata-tumbuhkan-optimisme