Penjualan turun, permintaan asuransi kendaraan bermotor tertekan

Penjualan turun, permintaan asuransi kendaraan bermotor tertekan

14 Sep 2020, 16:21
Penjualan turun, permintaan asuransi kendaraan bermotor tertekan

Bisnis asuransi kendaraan bermotor kian tertekan di masa pandemi Covid-19. Hal ini seiring menurunnya penjualan kendaraan sehingga berimbas pada permintaan asuransi kendaraan di paruh pertama.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kredit turun hingga 16% yoy menjadi Rp 7,81 triliun hingga Juni 2020. Padahal Juni tahun lalu, realisasi premi industri masih di angka Rp 9,30 triliun.

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisis TI, dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang mengungkapkan, bahwa produksi mobil pada triwulan II 2020 mencapai 41.520 unit. Jumlah itu turun 85,02% secara year on year (yoy).

"Sedangkan penjualan mobil secara wholesale atau sampai tingkat dealer pada periode yang sama mencapai 24.042 unit atau turun 89,44% yoy," kata Trinita dalam konferensi pers secara virtual, pekan lalu.

Hal ini diiringi penurunan sepeda motor secara wholesale pada triwulan II 2020 hingga 79,70% yoy menjadi 313.625 unit. Meski demikian, asuransi kendaraan bermotor masih jadi kontributor premi terbesar kedua setelah asuransi properti.

Bahkan pangsa pasar asuransi kendaraan juga masih menduduki porsi kedua setelah asuransi properti. Walaupun pangsa pasarnya turun dari 23,2% di kuartal II tahun lalu menjadi 20,8% pada kuartal II 2020.

Sumber :keuangan.kontan.co.id/news/penjualan-turun-permintaan-asuransi-kendaraan-bermotor-tertekan