Penting! Pimpinan Baru OJK Jangan Lupakan Keuangan Syariah

28 Jul 2017, 09:42

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini memiliki pimpinan baru. Wimboh Santoso telah resmi menggantikan Muliaman Hadad sebagai pimpinan OJK setelah dilantik hari ini di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Tugas berat pun telah menanti Wimboh dan anggota Dewan Komisioner OJK lainnya. Salah satu pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan oleh Wimboh adalah inklusi keuangan.

Inklusi keuangan selama ini memang telah menjadi fokus perhatian dari pimpinan OJK sebelumnya. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, OJK perlu menggandeng bank hingga asuransi dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap akses perbankan.

"Soal inklusi keuangan itu jadi prioritas OJK. Sosialisasi dan edukasi produk keuangan bisa dilakukan secara masif dengan menggandeng industri jasa keuangan termasuk bank, asuransi, dan Industri Keuangan Nonbank (IKNB)," kata Bhima.

Sosialisasi juga harus gencar dilakukan oleh pemerintah. Sosialisasi ini juga akan sangat membantu masyarakat agar tak tertipu pada program investasi tak resmi atau investasi bodong. "Keterlibatan media secara lebih besar dalam edukasi literasi keuangan juga perlu dilakukan. Harapannya masyarakat bisa lebih cerdas dan tidak mudah tertipu produk investasi bodong yang marak belakangan ini," jelasnya.

Tak hanya itu, perkembangan industri keuangan syariah, khususnya sektor nonbank seperti asuransi syariah dan lainnya juga menjadi pekerjaan rumah utama bagi OJK. Lembaga yang dibentuk pada 2011 ini harus mampu mendorong industri keuangan syariah untuk terus tumbuh mengingat besarnya potensi yang dimiliki oleh Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Hal inilah yang dapat menjadi kesempatan bagi OJK untuk dimanfaatkan bagi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. "Industri keuangan syariah khususnya IKNB selama ini masih belum mendapatkan perhatian yang serius dari OJK.

Harapannya produk produk IKNB bisa lebih variatif dan porsinya diperbesar. Pengembangan IKNB dan perbankan syariah perlu diberi image baru yaitu berprinsip syariah tanpa label syariah. Sehingga lebih mudah diterima masyarakat," tutupnya.(rzy)

Sumber : economy.okezone.com/read/2017/07/20/320/1740886/penting-pimpinan-baru-ojk-jangan-lupakan-keuangan-syariah