Pertumbuhan Kredit BPD Melambat

25 May 2016, 13:15

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan penyaluran kredit Bank Pembangunan Daerah tumbuh 10-12 persen di tahun ini. Sementara pertumbuhan kredit hingga kuartal I 2016 sebesar tujuh persen, di bawah rata-rata pencapaian kredit perbankan secara nasional. "Mungkin ya pertumbuhannya sekitar 10-12 persen sampai akhir tahun ini. Rata-rata rencananya seperti itu. Tapi kalau nanti kondisinya membaik mungkin bisa 13-14 persen,"ujar Ketua Asbanda Kresno Sadiarsi di Jakarta, Senin (23/5).

Kresno mengungkapkan, hingga kuartal I 2016, pertumbuhan BPD sekitar tujuh persen (year to date, hingga akhir Maret). Angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional secara keseluruhan yang sebesar 8,5 persen pada akhir Maret 2016. Namun menurutnya angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan perbankan secara keseluruhan. "Karena memang sebetulnya perbankan Indonesia tumbuh sekitar itu. Kita tumbuhnya in line dengan pertumbuhan perbankan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan, pihaknya tidak akan memaksakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menggenjot penyaluran kredit produktif. Menurut Nelson, hal ini karena pihaknya menyadari jika target kuantitatif yang diamanatkan ke BPD dalam transformasi BPD tahap pertama terlalu ambisus. Sehingga hal ini menyulitkan bank-bank daerah untuk meningkatkan porsi kredit produktif dalam komposisi bisnisnya.

"Jadi di akhir evaluasi, kami melihat pencapaian bank daerah jauh dari target untuk kredit produktif. Kami berhenti kejar kuantitas, sekarang kami kejar kualitasnya kalau begitu," ujar Nelson. Apalagi, kontribusi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terhadap perekonomian daerah dinilai belum optimal. Hal ini tercermin dari pangsa kredit produktif yang sekitar 30 persen dari total kredit yang disalurkan. "Oleh karena itu, kinerja dan peran BPD masih harus ditingkatkan agar benar-benar sejalan dengan misinya sebagai agen pembangunan," kata Nelson.

Askrida | Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/16/05/23/o7mlf8382-pertumbuhan-kredit-bpd-melambat