Perusahaan Asuransi Perlu Lakukan Stress Test

28 Aug 2015, 10:55

Bisnis.com, JAKARTA - Penyedia jasa asuransi umum dengan portofolio investasi di pasar modal diharapkan dapat melakukan uji skenario kekuatan atau stress test untuk mengukur ketahanan perusahaan di tengah kurang kondusifnya IHSG dan nilai tukar rupiah.

Direktur Ekesekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengungkapkan langkah tersebut dinilai perlu dilakukan setiap perusahaan yang memiliki portofolio investasi di pasar modal, meski dengan porsi kecil.

Dia menilai perusahaan asuransi umum harus menyiapkan antisipasi lebih dini dengan menimbang gejolak yang terjadi di pasar modal.

“ seharusnya malah lebih mewaspadai saham yang menjadi instrumen investasi. Yang punya portofolio mesti ada stress test,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (25/8/2015).

Dengan langkah itu, sambung Julian, perusahaan asuransi dapat mengambil dua posisi.Pertama, tetap mempertahankan portofolio investasi di pasar modal dengan berharap dalam jangka waktu panjang terjadi rebound. Sedangkan posisi kedua, jelasnya, cut loss atau menjual saham yang dimiliki untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Kalau memperkirakan makin turun lagi. Cut loss, tetapi, itu tergantung saham,” ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat total investasi perusahaan asuransi umum dan reasuransi konvensional hingga Juni 2015 mencapai Rp63,16 triliun. Jumlah itu meningkat 2,99% secara year to date.

Dari jumlah tersebut, instrumen saham berkontribusi Rp4,13 triliun atau sebesar 6,5% dari keseluruhan investasi. Sedangkan, deposito berjangka dan sertifikat deposito menyumbang porsi investasi terbesar, yakni senilai Rp31,22 triliun atau sebesar 49,4%.

Menyusul, reksa dana (15,3%), surat utang korporasi dan sukuk korporasi (12,2%), dan penyertaan langsung (10,1%).

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20150827/215/466538/perusahaan-asuransi-perlu-lakukan-stress-test