Petugas Pemadam di Banjarmasin Diusulkan Dapat Asuransi

12 Jul 2016, 17:23

Meninggalnya seorang anggota pemadam kebakaran M Ramawi alias Mawi (19) memberi duka mendalam bagi insan pemadam kebakaran di Banjarmasin. Mawi meninggal saat melakukan tugas pemadaman kebakaran di Jalan Pekapuran Raya RT 9 RW 1 Kelurahan Pekapuran Raya Banjarmasin Timur, Kamis (7/7/2016).
Dia merupakan anggota dari BPK RG 12. Mawi meninggal karena tersetrum saat menjalankan tugasnya memadamkan api. Keadaan ini memunculkan duka bagi para pemadam kebakaran di Banjarmasin, termasuk Ketua Balakar 654, M Faisal Hariyadi.

Dari kejadian ini, Faisal mengkritisi PLN saat terjadi kebakaran. "Kami berharap , agar pegawai PLN yang bertugas untuk mematikan-menghidupkan Handel listrik itu agar lebih sigap dalam bertindak," katanya.
Menurut anggota DPRD Kota Banjarmasin ini, berdasarkan keterangan sejumlah anggota BPK, kejadian itu akibat listrik di kawasan kebakaran lambat padam.

"Berdasarkan keterangan kawan-kawan di lapangan tadi pagi (kemarin, Red) aliran listrik lamban padam , pada saat kejadian kebakaran," jelasnya. Padahal, dalam waktu lima menit saja setelah informasi telah terjadi kebakaran, anggota PMK atau BPK terdekat sudah ada yang bekerja di lapangan. Terlepas dari itu, kejadian ini kembali memunculkan wacana untuk memberikan asuransi bagi anggota pemadam kebakaran swasta yang kini kian menjamur.

Mengingat, beberapa kali kejadian anggota BPK atau PMK yang bertugas mengalami kecelakaan saat memadamkan kebakaran. "Kejadian itu (kemarin), menjadi momentum agar Pemko Banjarmasin lebih memikirkan asuransi keselamatan kerja / asuransi kecelakaan diri petugas relawan PMK/BPK di Banjarmasin," ujar Faisal.

Ini sebagai perhargaan dan wujud perlindungan kepada seluruh relawan PMK dan BPK seBanjarmasin yang telah membantu urusan wajib pemerintah dalam menanggulangi musibah kebakaran.
Meski begitu, Faisal meminta seluruh anggota relawan PMK dan BPK agar lebih mengutamakan keselamatan kerja dan melengkapi diri dengan alat-alat pengaman atau APD (alat pelindung diri).

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin, M Hilmi mengatakan, wacana asuransi itu sudah lama bergulir. Namun wacana itu masih dikaji dari segi peraturannya.
"Pak Wali Kota sendiri ada keinginan seperti itu," katanya.

Sementara ini, pihaknya sendiri sebatas memberi bantuan bagi anggota BPK yang kecelakaan atau meninggal saat menjalankan tugas. Misalnya memberikan bantuan biaya berobat dan lainnya. Untuk itulah, pihaknya sudah membuat KTA untuk anggota BPK atau PMK. Sebanyak 8.000 KTA yang dicetak bagi anggota BPK atau PMK. Maklum jumlah BPK di Banjarmasin mencapai 447 unit dengan satu unitnya bisa beranggota sampai 100 orang. Dengan KTA tersebut, setiap anggota yang kecelakaan dan berobat ke rumah sakit akan mendapat prioritas pelayanan. Mereka juga bisa mendapatkan bantuan jika terjadi musibah saat menjalankan tugasnya. (ire)

askrida | Sumber : banjarmasin.tribunnews.com/2016/07/09/petugas-pemadam-di-banjarmasin-diusulkan-dapat-asuransi