Pialang Asuransi Minta Komisi Dibedakan

22 Jan 2018, 08:34

Asosiasi Perusahan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo) berharap adanya pembedaan ketetapan terkait komisi antara pialang atau broker asuransi dengan pihak ketiga lainnya yang terkait dengan perolehan bisnis.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Apparindo Harry Purwanto terkait konsep usulan yang disiapkan pihaknya untuk diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya mengakhiri polemik penerapan engineering fee yang diklaim sangat memberatkan oleh pelaku asuransi.

Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan telah bersepakat untuk menciptakan industri asuransi yang lebih tertib.

“Kami ga mau cari yang menang siapa, yang kalah siapa, tetapi kami ingin agar pasar bisa terjamin dan tertib, tidak seperti dahulu,” ungkapnya di sela-sela acara ramah tamah OJK dengan pelaku jasa keuangan, Selasa  (2/1/2018).

Menurutnya, kedua asosiasi ingin mencari jalan tengah bagi problem tersebut. Apparindo, sambung dia, menginginkan adanya pembedaan antara komisi yang ditetapkan bagi pialang asuransi dibandingkan dengan pihak ketiga lain yang terlibat dalam perolehan bisnis asuransi umum.

Dia menilai komisi pialang asuransi seharusnya lebih tinggi ketimbang agen. Pasalnya, broker asuransi dibebankan sejumlah potongan dan biaya, antara lain pajak, iuran, dan sejumlah kewajiban yang wajib dipenuhi, seperti pelaporan kepada regulator.

“Karena pialang berbeda tugasnya dengan yang lainnya, dengan agen, bank, multifinance, dan lainnya. Kami minta dibedakan,” ujarnya.

Sumber : finansial.bisnis.com