Premi asuransi rekayasa masih ditopang proyek-proyek besar

Premi asuransi rekayasa masih ditopang proyek-proyek besar

03 Sep 2019, 15:49
Premi asuransi rekayasa masih ditopang proyek-proyek besar

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi rekayasa pada semester I-2019 sebesar Rp 1,35 triliun. Pendapatan premi tersebut melonjak dari jumlahnya di semester I 2018 yakni Rp 838,60 miliar.

Dengan selisih Rp 512,14 miliar, premi asuransi rekayasa alias asuransi engineering tumbuh 61,6% secara yoy. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif AAUI, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan asuransi rekayasa (engineering insurance) memiliki potensi pertumbuhan bisnis di semester II 2019.

Pasalnya proyek-proyek pemerintah termasuk infrastruktur juga tetap menjadi prioritas. "Seperti halnya semester satu kemarin, pembangunan jalan, jembatan, dermaga, airport, dan sarana air minum menjadi proyek prioritas. Semuanya pasti memerlukan dukungan asuransi," terang dia.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebut, banyak proyek besar infrastruktur di awal 2019. Ambil contoh, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jati Luhur dan Semarang Barat, juga jalan tol Yogyakarta-Bawen dan Inland Waterways Cikarang.

Semuanya proyek tersebut menyokong tumbuhnya premi asuransi rekayasa.

Perihal rencana pemerintah mendorong percepatan sepuluh destinasi Bali Baru, dirinya belum dapat informasi detail. Dody menjelaskan, pada prinsipnya proyek pemerintah selalu mensyaratkan adanya cover asuransi. "Tidak hanya proyek infrastruktur, tapi juga proyek-proyek lainnya," tutup dia.

Asal tahu, AAUI mencatat terdapat 223 proyek dan 3 program proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai total investasi Rp 4,18 triliun.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/premi-asuransi-rekayasa-masih-ditopang-proyek-proyek-besar