Premi Asuransi Umum Tumbuh 10% Pada 2019

Premi Asuransi Umum Tumbuh 10% Pada 2019

07 Jan 2019, 15:11
Premi Asuransi Umum Tumbuh 10% Pada 2019

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi industri asuransi umum akan mencatatkan pertumbuhan gemilang di tahun 2019. Diperkirakan industri ini bisa meraih pertumbuhan premi minimal di angka 10%.

Direktur Eksekutif AAUI Dody A.S Dalimunthe mengatakan, pertumbuhan premi tersebut disebabkan sejumlah faktor. Pertama, tahun depan diperkirakan tingkat kesadaran masyarakat menggunakan produk asuransi meningkat.

“Kami mengharapkan kebijakan ekonomi yang dijalani pemerintah saat ini bisa tercapai sehingga bisa meningkatkan pembelian produk asuransi di masyarakat juga naik. Dengan begitu, semakin banyak pengguna asuransi berarti premi yang diperoleh perusahaan asuransi meningkat,” kata Dody di Jakarta.

Sedangkan faktor kedua, memasuki tahun politik di tahun depan akan memberikan dampak terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, termasuk pada pembelian produk asuransi. Bahkan sejumlah calon legislatif menjanjikan pemberian produk asuransi bagi masyarakat yang memilihnya di pemilihan umum (pemilu) nanti.

Meski demikian, ajang pemilihan wakil rakyat tersebut membuat kondisi perekomian sulit diprediksi. Karena, menurut dia, itu semua masih bergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintahan baru, apakah mempengaruhi bisnis asuransi atau tidak.

“Kondisi belum bisa terprediksi karena tahun depan tahun politik. Pergantian pemerintah bisa mengubah kebijakan tapi kami harap tidak menurunkan tingkat ekonomi. Dengan kondisi itu kami memilih memproyeksi pertumbuhan asuransi umum moderat saja,” tambah Dody.

Memasuki tahun politik juga memberikan dampak terhadap produk asuransi dalam kategori simple risk, yaitu produk asuransi umum atau kerugian yang tingkat risiko dan perhitungan teknis produknya sederhana, serta standar risiko tidak menggunakan perluasan jaminan. Seperi asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran dan kecelakaan diri.

“Karena biasanya orang-orang melihat potensi risikonya cukup tinggi dan segera mengasuransikan. Kemudian, perputaran uang yang tinggi di tahun politik membuat orang-orang rajin berbelanja seperti mobil dan juga ikut diasuransikan,” ujarnya.

Naikkan target

Salah satu perusahaan ternama yang ada di Indonesia menargetkan perolehan premi lebih tinggi di tahun depan. Direktur Operasi Ritel Sahata L. Tobing menyebut, perusahaan menargetkan premi sebesar Rp 6,2 triliun, naik 10,71% dari target tahun ini, yaitu Rp 5,6 triliun.

Perusahaan tersebut telah menyiapkan lima langkah strategi demi mencapai target tersebut. Antara lain, meningkatkan sumber daya manusia (SDM), penguatan layanan berbasis teknologi, memperluas pangsa pasar yang berkolaborasi dengan perusahaan fintech. Di samping itu, mengenalkan merek jual melalui pemasaran secara digital, penambahan produk korporasi dan retail, serta mempermudah proses pembayaran klaim.

“Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan performa asuransi dan premi bruto di tahun depan. Kami menargetkan premi bruto sekitar Rp 6,2 triliun di tahun 2019,” terang Sahata.

Perusahaan tersebut kian optimistis bisa mencapai target tersebut karena telah sukses mencatatkan kinerja gemilang di tahun ini. Sampai September 2018, perusahaan telah meraih premi Rp 3,37 triliun, naik Rp 189 miliar dari periode yang sama di tahun lalu.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/premi-asuransi-umum-diproyeksi-tumbuh-10-pada-2019