Premi asuransi umum turun 6% di semester I

11 Aug 2017, 16:22

Industri asuransi umum masih menghadapi masa-masa yang cukup berat sampai pertengahan tahun ini. Hal ini diantaranya terlihat dari perkembangan premi yang dikantongi pelaku usaha.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga bulan Juni 2017 ini, pelaku industri asuransi umum mengantongi premi sebesar Rp 25,9 triliun. Angka ini susut 6,6% dari periode yang sama di tahun lalu.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna menyebut tantangan bisnis hingga semester pertama tahun ini memang masih cukup besar bagi industri asuransi umum. Lambatnya pertumbuhan ekonomi memang kerap berbanding lurus dengan pertumbuhan industri asuransi umum.

Lambannya pertumbuhan ekonomi ini, ikut menyeret lesunya daya beli konsumen. Diantaranya tercermin dari angka penjualan otomotif yang masih loyo.

Di sisi lain permintaan di pasar properti pun masih tersendat-sendat sehingga ikut berdampak pada lini bisnis asuransi properti. "Sementara lini asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti merupakan dua bisnis utama di asuransi umum," kata dia baru-baru ini.

Sebagai gambaran, data AAUI mencatat pada kuartal pertama lalu, lini asuransi properti berkontribusi sebesar 27,46% dari total pendapatan premi yang didapat pelaku usaha. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor punya andil sebesar 27,09%.

Sedangkan lini asuransi kesehatan yang menempati urutan ketiga punya jarak yang cukup jauh dari kedua lini usaha tersebut yakni cuma 10,11%. Tak heran saat kedua lini utama terganggu, akan berdampak secara keseluruhan bisnis asuransi umum.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/premi-asuransi-umum-turun-6-di-semester-i