Premi Melesat, Bisnis Marine Cargo Kian Dipacu

23 Jun 2016, 13:58

Melesatnya premi pada lini bisnis asuransi pengangkutan barang atau marine cargo menyebabkan sejumlah perusahaan asuransi kerugian mulai memacu produktivitas pada lini bisnis tersebut.

Kontribusi lini bisnis saat ini masih berkisar 10% dari total gross premi yang diperoleh. Tahun ini kami akan coba naikkan porsinya menjadi sekitar 30%. Faktor pendorong perusahaan memacu lini bisnis marine cargo lantaran kinerjanya yang mulai menunjukkan perbaikan, serta periode asuransinya yang bersifat jangka pendek. Selain itu, tingginya pertumbuhan premi pada lini bisnis tersebut membuat perusahaan asuransi kerugian lainnya berlomba-lomba untuk merambah atau memacu produktivitas bisnis asuransi marine cargo. 

Salah satu pengusaha yang bergerak dibidang cargo ini menuturkan, sepanjang 2016 perseroan menargetkan bisa membukukan premi sebesar Rp313 miliar atau bertumbuh diatas 20% dari capaian premi pada 2015 yaitu Rp261,35 miliar. Dari total target premi, sampai dengan Mei 2016 telah membukukan pendapatan premi sebesar Rp119,7 miliar atau naik 3% dibandingkan pendapatan premi pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, dia mengatakan kontribusi premi dari lini bisnis marine cargo diperkirakan masih lebih rendah ketimbang kontribusi dari lini bisnis lainnya. Kontributor utama terhadap total pendapatan premi diyakini masih berasal dari lini bisnis properti dan harta benda.

Berdasarkan data kinerja industri asuransi umum yang dipaparkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pertumbuhan premi industri pada kuartal I/2016 hanya mencapai 4%. Pada kuartal I/2015 pendapatan premi industri asuransi umum mencapai Rp13,96 triliun, sedangkan pada kuartal I/2016 pendapatan premi naik menjadi Rp14,52 triliun di tiga bulan pertama tahun ini.

Salah satu lini bisnis yang menopang pertumbuhan premi industri ialah asuransi marine cargo dan marine hull yang bertumbuh sebesar 15,2% yaitu dari RP794,97 miliar menjadi Rp915,57 miliar. Sementara, lini bisnis marine hull tumbuh 18,1% dari Rp486,26 miliar menjadi Rp574,49 miliar.

Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan faktor pendorong utama pertumbuhan premi pada lini bisnis marine cargo dan marine hull ditopang oleh program tol laut yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com/read/20160622/215/560095/premi-melesat-bisnis-marine-cargo-kian-dipacu