Program Asuransi Sawah Minim Peminat

29 Dec 2015, 08:55

SLEMAN, suaramerdeka.com - Program asuransi lahan pertanian yang digulirkan pemerintah pusat ternyata kurang diminati petani. Di Sleman, dari jatah alokasi 6.000 hektare hingga kini baru 378 hektare yang ter-cover asuransi.

Lahan itu didaftarkan oleh sekitar 2.000 petani. “Memang banyak petani yang belum menyerap program. Dari hasil evaluasi kami, banyak kendala di lapangan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (DP2K) Sleman Widi Sutikno, Senin (28/12).

Kendala itu antara lain waktu sosialisasi yang mepet, dan sulitnya persyaratan untuk memperoleh klaim. Sesuai peraturan, petani baru akan mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta per hektare jika kerusakan mencapai 75 persen.

“Petani mengeluh kenapa ganti rugi bisa dicairkan kalau lahan yang rusak mencapai 75 persen. Mereka berharap bisa kurang dari itu,” ujar Widi.

Pihaknya juga menyayangkan waktu sosialisasi yang terbatas karena program nasional itu baru disampaikan sekitar pertengahan Oktober. Padahal kebanyakan petani belum familiar dengan asuransi.

Ke depan, dia berharap ada evaluasi dari kementerian terkait program ini, khususnya menyangkut tingkat kerusakan lahan. Namun sejauh ini, pihaknya belum bisa melakukan evaluasi karena belum memasuki masa panen.

Sebagaimana diketahui, mulai tahun ini pemerintah menggulirkan program asuransi lahan pertanian. Agenda ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi jilid III, dan ada di bawah kendali Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, dan konsorsium perusahaan asuransi BUMN.

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/program-asuransi-sawah-minim-peminat/